Muhammad Ziad Ananta, Ketua GEMA MKGR Sumut, Jajaki Dunia Politik Sejak Muda,

Selama menjalani profesi sebagai politikus, Nanta mengaku banyak manfaat yang ia dapatkan seperti menambah jejaring relasi.

Editor: ayu prasandi
HO
Muhammad Ziad Ananta 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Enerjik dan berwawasan luas sejak muda, Muhammad Ziad Ananta kini berkiprah dalam dunia politik.

Awalnya, Nanta, panggilan akrabnya, mendapat penawaran dari Ketua Golkar Serdangbedagai pada tahun 2014 dan pada tahun 2018 mendapat posisi sebagai sekretaris partai Golkar Serdangbedagai yang kini sudah memasuki periode kedua.

Diceritakan Nanta, terjun dalam dunia politik sebelumnya tak pernah terbayangkan dan menargetkan untuk bekerja di perbankan atau di perkebunan saat duduk di bangku SMA.

Baca juga: Darmin, Penasehat Investasi yang Miliki Prinsip Jujur Serta Pantang Menyerah

"Dulunya waktu kecil saya mau jadi pilot. Jadi karena gigi saya banyak rusak, kata mamak saya gak bisa. Pilot itu giginya harus bagus. Nah waktu SMA saya berpikir untuk bekerja di bank atau di perkebunan," ungkap Nanta, Kamis (20/1/2022).

Namun, semua berubah ketika mengenyam pendidikan tinggi di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sumatera Utara.

Ia kemudian mendapatkan banyak pemahaman dan pengalaman baru.

Lingkungan dan Pendidikan menjadi faktor penting hingga akhirnya mampu menjadi seorang politikus.

"Pola pikir saya semasa SMA itu berubah setelah ikut organisasi di kampus dan jadi ketua organisasi. Nah dari situ saya berkeinginan untuk menjadi politisi. Kayaknya ini apa yang kita senang, itu yang kita kerjakan," ujarnya.

Disebutkan Nanta, untuk menjadi seorang politikus yang paling diutamakan adalah kemauan dan keseriusan untuk bekerja dengan baik.

"Semua orang bisa saja masuk ke partai tapi tinggal dia ini punya kemauan dan keseriusan. Jadi nanti akan ada pelatihan kaderisasi partai politik, banyak rapat dan diskusi politik," tutur Nanta.  

Baca juga: KN Sanjaya, Kapal SAR Tanggap Bencana, Mampu Berjalan dengan Kecepatan Maksimal 30 Knot

Selama menjalani profesi sebagai politikus, Nanta mengaku banyak manfaat yang ia dapatkan seperti menambah jejaring relasi ataupun mampu menampung banyak aspirasi masyarakat.

Sementara itu, Nanta mengakui bahwa saat ini sudah begitu banyak partai yang terbentuk dan dirinya merasa memerlukan kerja keras untuk mendapatkan calon kader partai yang mau bersungguh-sungguh dalam menjalankan roda partai tersebut.

"Kalau sekarang ini partai sudah banyak. Nah masyarakat sekarang ini ada yang apatis, jadi mereka berpikir gabung ke partai ini ngapain. Jadi tantangannya saya kira menyakinkan masyarakat untuk bergerak dan berkontribusi untuk partai Golkar," jelasnya.

Selama bertahun-tahun menjadi seorang politikus, Nanta mengatakan jika momen berkesan saat dirinya menjadi ketua KNPI 2019 yang musyawarahnya sampai digelar sebanyak empat kali dengan beragam kondisi. 

"Dalam dua tahun itu berjuang sampai lelah juga, duit, pikiran, dan waktu habis. Alhamdulillah bisa terpilih dan menang. Nah dari situlah yang akhirnya membuka gerbang saya untuk menjadi politisi seutuhnya," tuturnya.

Walaupun sudah terjun dalam dunia politik, tapi Nanta begitu semangat untuk terus belajar mengenai leadership dan politik. 

Diceritakan Nanta, jika dirinya juga terpilih bersama 39 orang lainnya untuk mendapat pelatihan mengenai politik di Golkar Institute.

"Jadi saya waktu itu lihat di grup WA Golkar, ada program mengenai political di Jakarta. Jadi saya lihat dosennya itu ada Akbar Tanjung dan politisi hebat lainnya. Saya coba tes dan Alhamdulillah dari ratusan orang dan yang diterima itu ada 40 orang dari seluruh Indonesia," ujar Nanta.

Dalam program ini, Nanta dan peserta lainnya dilatih secara full day mulai dari tugas hingga diskusi kelompok. 

"Disini kita dapat ilmu baru, kawan baru dari para politisi dan disini juga menunjukkan kalau Golkar ini bersungguh-sungguh," tuturnya.

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
308 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved