Nimrot Sihotang, Karutan Negara Kelas I Labuhan Deli, Bina Narapidana Jadi Lebih Inovatif

Nimrot Sihotang, sejak bertugas tiga tahun terakhir sebagai Kepala Rutan Negara Kelas II Labuhan Deli menciptakan inovasi.

Editor: ayu prasandi
TRIBUN MEDAN/ARJUNA
Nimrot Sihotang, Kepala Rutan Negara KELAS I Labuhan Deli.   

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN- "Saya merasa lebih layak dan dihargai sebagai manusia, meski kini berstatus Nara Pidana. Setelah bebas nanti saya ada rencana buka usaha jahit di luar. Apalagi di sini juga ada jasa pinjaman,"begitulah kesan yang disampaikan Napi bernama Andika Fajar Hasibuan ketika ditemui Tribun Medan, di Rutan Negara Kelas I Labuhan Deli, Jalan Titi Papan, Kecamatan Medan Labuhan, Rabu (27/10/2021).

Andika Fajar Hasibuan satu dari sekian banyaknya narapidana yang dibina untuk menjadi manusia mandiri oleh Nimrot Sihotang, Kepala Rutan Negara KELAS I Labuhan Deli.

Nimrot Sihotang, sejak bertugas tiga tahun terakhir sebagai Kepala Rutan Negara Kelas II Labuhan Deli menciptakan inovasi.

Baca juga: Horas Aritonang, Pebisnis Sukses yang Mencintai Dunia Public Speaking

Mengacu Undang-undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang pemasyarakatan, Nimrot menciptakan manusia mandiri yang tadinya melanggar hukum dan setelah masuk ke dalam Rutan mereka diharapkan menjadi manusia mandiri. 

Rutan Labuhan Deli ini mendukung program ketahanan pangan dan menciptakan manusia mandiri.

Termasuk ikut serta meningkatkan pendapatan negara bukan pajak.

Kegiatan Napi di Rutan Labuhan Deli, diciptakan Nimrot terdiri dari berbagai item.

Berbagai kegiatan diantaranya tentu keterampilan serta kreatifitas yang bisa menghasilkan uang dan hasil di bagi bersama.

Awalnya, Nimrot kesulitan memulai.

Namun, Ninrot terus berinovasi dan mencari dana dari luar untuk kegiatan pengembangan ekonomi berbasis keterampilan para Napi.

Proposal untuk KIM dan Pelindo tidak dapat memberi CSR kepada sesama pemerintah lantaran BUMN, namun berkat upaya Nimrot Pertamina pun 

Para Napi dilatih terus setiap hari mulai dari membuat deterjen, mengolah limbah kertas bungkus rokok jadi pas bunga.

Baca juga: Rizki Akbar, Pemuda yang Viral di Medsos, Kupas Kelapa Ukuran Besar Pakai Mulut

Menjahit, sanlon baju, bahkan individu-individu yang memiliki kemampuan di bidang seni dan budaya di lapas ini dituntut berkreatifitas.

Sehingga apabila bebas dari Napi kelak agar dapat menjadikan keterampilan yang didapat selama di Rutan sebagai jalan menyambung hidup.

Uniknya, Nimrot tak hanya menciptakan kegiatan semata.

Melainkan, dalam mencapai resolusi pemasyarakatan Nimrot juga mendirikan koperasi di Rutan yang diberi nama Koperasi Pengayoman Rutan Kelas I Labuhan Deli.

Selain kegiatan di dalam Rutan, Nimrot sejak dipercayakan memimpin Rutan Labuhan Deli tiga tahun terakhir bahkan membangun Dorsmeer dan pertanian jagung.

Pertanian jagung yang awalnya 4 hektar kini telah berkembang menjadi 27 Ha.

Lokasi lahan pertanian yang dikelola melalui koperasi Pengahoman Rutan Labuhan Deli ini antara lain, 13 Ha berada di Desa Saentis, yamg awlnya 4 Ha saja.

Kemudian 9 Hektar di Desa Helvetia yang kini jagung mereka sudah panen ke lima kali. Danima hektar sisanya, sedang dalam pengerjaan.

Baca juga: dr Tota Manurung, Ketua Yayasan TB Soposurung Balige, Yakini Doa Nenek di Perjalanan Karirnya

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
299 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved