M Ridwan, Pelatih Atlet Difabel NPC Sumut, Sudah Terjun ke Olahraga Tenis Sejak SD

Tenis meja sendiri bukan hal baru bagi pria yang karib disapa Pak Ang ini, sejak masih duduk di Sekolah Dasar (SD) ia sudah terjun dan menuai juara di

Editor: ayu prasandi
TRIBUN MEDAN
Pelatih tenis meja NPC Sumut M Ridwan 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- "Karena mereka punya kekurangan. Saya merasa sedih dan terharu melihat kemauan mereka yang cukup tinggi di tenis meja," ujar pelatih tenis meja atlet NPC Sumut, M Ridwan saat mengungkap alasan melatih atlet difabel kepada Tribun Medan, Minggu (26/9/2021).

Menurutnya, atlet difabel yang ia latih memiliki semangat berjuang dari nol sampai mereka berhasil di ajang internasional dan mengharumkan nama Indonesia. 

Kepada Tribun Medan, pria yang lahir di Medan, pada 7 Juni 1957 ini mengisahkan bagaimana perjalanannya di cabang olahraga (cabor) tenis meja Sumut. 

Tenis meja sendiri bukan hal baru bagi pria yang karib disapa Pak Ang ini, sejak masih duduk di Sekolah Dasar (SD) ia sudah terjun dan menuai juara di sekolahnya. 

"Karena memang sudah hobi ya. Dan Ang dari sekolah SD Negeri 5 juara 1, SMP Negeri X Medan juga juara 1," katanya. 

Baca juga: Cindy Aurellia, Pengusaha Muda Asal Medan yang Fokus Berbisnis Korean Cake

Sementara untuk karir kepelatihan, ia mulai sejak tahun 2000. Berbagai klub tenis meja sudah dilatihnya, di antaranya klub Persatuan Tenis Meja (PTM) Wijaya, PTM PLN kota Medan, dan PTM Bank Mandiri Medan. 

Kini ia dipercaya kembali sebagai pelatih tenis meja atlet difabel National Paralympic Committee (NPC) Sumut, jelang kontestasi Pekan Paralimpiade Nasional (Pepaemas) ke-16, di Papua, November mendatang.

Saat bertindak sebagai atlet tenis meja, Pak Ang pernah hampir menjadi kontingen Sumut dalam even nasional. Namun, akibat kecelakaan, ia batal berlaga di kompetisi itu.

"Tabrakan kereta (sepeda motor) kalau tidak salah tahun 1978. Ang opname di rumah sakit Brimob. Ang tiga bulan tidak ingat apa-apa," ucapnya.

Ia juga pernah menjadi juara di beberapa kompetisi lokal seperti, juara umum tenis meja RS Herna, Medan. Pengabdian di tenis meja juga ia seriusi dengan beberapa kali menggelar kompetisi bertajuk 'Pak Ang Cup'. 

Terhitung, sudah sembilan kali ia menggelar kompetisi itu dengan tujuan, mencari talenta baru di cabor tenis meja. 

Lebih jauh Pak Ang menjelaskan, di NPC Sumut ia mulai melatih sejak tahun 2005. Disinggung mengenai ada atau tidak kendala yang dihadapi, ia mengungkap dinamika dalam melatih itu merupakan hak yang biasa. 

Para atlet yang dilatihnya pun sudah ia anggap sebagai anak sendiri. Terkadang, ia harus menyisihkan sedikit rezekynya untuk sekedar membelikan para atlet makanan dan minuman. 

Baca juga: Jus Pinang Muda, Minuman Berkhasiat yang Dipercaya Bisa Menambah Stamina

"Ya mereka sudah Ang anggap anak sendiri. Ang kasi mereka air kelapa muda dan isinya untuk menghilangkan rasa capek. Namanya pelatih harus berkorban tenaga dan uang," katanya. 

Ia juga tidak menampik, dalam melatih terkadang timbul rasa kesal. Namun ia memaklumi hal itu.

"Nanggapinya gampang, kalau kesal Ang suruh mereka keliling lapangan Stadion Teladan. Sekarang Ang tidak kejam seperti dulu skarang Ang banyak bersabar," ujarnya. 

Pada Minggu (19/9/2021) lalu, atas pengabdiannya di dunia olahraga, khususnya tenis meja, ia mendapatkan penghargaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-38 tingkat Sumut. 

Penghargaan itu diberikan langsung oleh Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi kepadanya. Ia mengatakan, senang dan bersyukur dengan apresiasi tersebut. 

"Alhamdulillah senang sekali lah. Dulu juga waktu Pak Rudolf Pardede, Hornas di Siantar Ang dapat juga," ucapnya. 

Disinggung mengenai apa saja prestasi yang telah diraih atlet binaannya, Pak Ang menjelaskan, untuk beberapa prestasi ia lupa. 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved