Langkah-Langkah Membuat Laporan Tindak Pidana Ke Polisi

Bagian SPKT bertugas memberikan pelayanan kepolisian secara terpadu terhadap laporan atau pengaduan masyarakat

Editor: ayu prasandi
ist
Kantor polisi 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Untuk melaporkan tindak pidana ke polisi ada beberapa hal yang harus diperhatikan atau pun dilalui. 

Pertama, datang ke bagian Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).

Baca juga: Desa Kolam dan Tugu Ampera PKI, Ternyata Miliki Sejarah Kelam Ini

Hal itu diatur dalam Pasal 106 Ayat (2) Peraturan Kepala Kepolisian Negara Nomor 23 Tahun 2010 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja pada Tingkat Kepolisian Resor dan Kepolisian Sektor. 

Bagian SPKT bertugas memberikan pelayanan kepolisian secara terpadu terhadap laporan atau pengaduan masyarakat, memberikan bantuan dan pertolongan, serta memberikan pelayanan informasi.

Selanjutnya, setelah menerima laporan atau pengaduan, penyelidik atau penyidik harus memberikan surat tanda penerimaan laporan atau pengaduan kepada yang bersangkutan.

Kedua, atas laporan yang diterima oleh SPKT (Penyidik/Penyidik Pembantu), akan dilakukan kajian awal guna menilai layak/tidaknya dibuatkan laporan polisi.

Baca juga: 4 Taman Olahraga di Kota Medan yang Ramah Anak Bahkan Hewan Peliharaan

Ketiga, laporan polisi tersebut kemudian diberi penomoran sebagai registrasi administrasi penyidikan yaitu pencatatan kegiatan proses penyidikan secara manual dan/atau melalui aplikasi e-manajemen penyidikan.

Keempat, setelah itu, berdasarkan laporan polisi dan surat perintah penyidikan, dilakukan proses penyidikan.

Terdapat beberapa mekanisme penyidikan berdasarkan Peraturan Kepala Kepolisian Negara Nomor 6 Tahun 2019 tentang Penyidikan Tindak Pidana. 

Kelima, setelah surat perintah penyidikan diterbitkan, dibuat Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (“SPDP”).

Keenam, SPDP dikirimkan ke penuntut umum, pelapor/korban, dan terlapor dalam waktu maksimal 7 hari setelah diterbitkan Surat Perintah Penyidikan.

Ketujuh, jika tersangka ditetapkan setelah lebih dari 7 hari diterbitkan Surat Perintah Penyidikan, dikirimkan surat pemberitahuan penetapan tersangka dengan dilampirkan SPDP sebelumnya.

Kedelapan, apabila penyidik belum menyerahkan berkas perkara dalam waktu 30 hari kepada Jaksa Penuntut Umum, penyidik wajib memberitahukan perkembangan perkara dengan melampirkan SPDP.

Baca juga: 2 Pasar Unik di Medan, Ada yang Pakai Nama Ular hingga Ikan

Sebelum melakukan penyidikan, penyidik wajib membuat rencana penyidikan yang diajukan kepada atasan penyidik secara berjenjang.

Perlu diketahui melaporkan tindak pidana ke kepolisian telah membantu meringankan tugas polisi dalam menjaga kondisi lingkungan agar tetap dalam keadaan aman. 

Makanya melakukan laporan dugaan tindak kejahatan tidak dipungut biaya.

Bila ada oknum yang meminta bayaran, kamu dapat melaporkan oknum itu ke Seksi Profesi dan Pengamanan (“Propam”) Polri.

(cr8/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved