Muharlaili, Penyanyi Asal Medan yang Tetap Eksis Bawakan Musik Tradisi Melayu

Selain itu, Lely juga sering tampil secara rutin di stasiun TVRI Sumut untuk program musik selama bertahun-tahun.

Editor: ayu prasandi
HO
Muharlaili 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kecintaan Muharlaili terhadap musik Melayu sejak kecil membuat dirinya akhirnya terjun sebagai penyanyi tradisi Melayu di Sumatera Utara. 

Bergabung dengan grup musik tradisional, diantaranya Pak Pong, Laili sukses memperkenalkan musik khas Melayu keliling Indonesia bahkan hingga sampai ke negeri Jiran, Malaysia.

Selain itu, Lely juga sering tampil secara rutin di stasiun TVRI Sumut untuk program musik selama bertahun-tahun.

Baca juga: Andi Fauzan Permatani, Atlet Renang Medan, Awali Karir dengan Ikuti Turnamen 

Dikatakan Laili, dirinya sudah terjun secara profesional sejak duduk di bangku SMA dengan mengisi acara pernikahan hingga festival.

"Kalau nyanyi udah dari SMP sama SMA udah mulai diseriusin ikut ngisi acara wedding dan acara festival di beberapa kota hingga ke Malaysia udah pernah," ungkap Laily, Sabtu (4/9/2021).

Diakui wanita kelahiran 1977 ini, ketertarikannya menyukai musik Melayu lantaran berasal dari latarbelakang keluarga yang berdarah Melayu yang sering menonton acara musik Melayu ataupun memutar lagu-lagu khas Melayu.

"Kalau menyanyi itu karena memang orang tua itu kental Melayunya dan juga didukung orang tua juga. Jadi belajar otodidak dari sering dengerin lagu, baca buku dan sering lihat pertunjukan langsung. Dari situ akhirnya bisa tau teknik-tekniknya," ujarnya.

Bagi Laili, walaupun saat ini gempuran musik modern begitu kencang di era saat ini, tak lantas mematikan musik tradisi.

Namun begitu, ia juga harus menghadapi tantangan agar dapat tetap melestarikan musik daerah.

Untuk itu, Laili juga rutin mengajar vocal untuk para pelajar yang akan menghadapi kompetisi ataupun festival.

Ia juga cukup senang ternyata masih cukup banyak generasi muda yang tetap mendalami musik tradisi.

"Senang lah pastinya masih banyak yang mencintai musik tradisi, ini juga jadi tantangan untuk ki saat," ujarnya.

Baca juga: Nurul Ayu Ifany, Owner Sayur Mayur Online Medan, Sukses Ubah Sistem Jualan Offline ke Online

Untuk kesehariannya, selain bernyanyi, Laili juga aktif mengajar di sebuah sekolah di kota Medan. Tak dapat dipungkiri, dirinya sempat mengalami jadwal yang bentrok antara mengajar ataupun bernyanyi.

Namun, dirinya begitu bersyukur pihak sekolah turut mendukung dirinya untuk dapat mengikuti berbagai ajang festival.

"Kalau bentrok pasti pernah lah tapi syukurnya pihak sekolah juga support sehingga kalau ada acara festival ke luar kota, saya selalu meminta izin," kata Laili.

Sementara itu, Laili juga sempat mengakui bahwa selama PPKM di kota Medan turut berdampak bagi seorang penggiat tarik suara. 

Selama masa PPKM itu, Laili juga terus latihan suara walau tak secara rutin. Hal ini ia lakukan agar kemampuan vokalnya dapat tetap terjaga.

"Kalau selama PPKM ini terasa sekali lah, kita sepi job. Namun ya tetap harus dijaga vocalnya, sesekali kita latihan vocal agar bisa tetap terjaga suaranya," tuturnya.

Sementara itu, kedepannya ia juga berharap agar kedepannya musik tradisi dapat terus bertahan agar tak terputus untuk generasi selanjutnya.

"Ya semoga lah gak terputus generasi untuk musik tradisi ini karena walaupun kita menikmati musik modern, jangan sampai kita lupa sama jati diri kita," pungkasnya.

Baca juga: AKP Djoko Lelono, Kasat Lantas Polres Binjai, Ternyata Punya Cerita Terpendam Ini

Halaman selanjutnya

Menyanyi Pakai Hati

...

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
276 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved