Nurul Ayu Ifany, Owner Sayur Mayur Online Medan, Sukses Ubah Sistem Jualan Offline ke Online

Mengubah sistem berjualan dari offline ke online, Fany menuturkan bahwa dirinya tak mengalami kendala yang cukup berarti.

Editor: ayu prasandi
HO
Nurul Ayu Ifany (kanan) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Memulai bisnis bukan semudah membalikkan telapak tangan.

Perlu ada kegigihan dan juga kreativitas agar usaha yang dijalankan dapat berjalan dengan sukses.

Hal ini lah yang dilakukan, Nurul Ayu Ifany owner Sayur Mayur Online Medan. Bersama sang suami, Fany menjalani bisnis ini sejak tahun 2010.

Seiring berjalannya waktu, Fany yang begitu gigih dan memulai inovasi dengan menjalankan bisnis sayur online.

Baca juga: Jesselyn Lauwreen, Finalis MasterChef Indonesia Asal Medan, Belajar Masak hingga ke Paris

"Jadi mulai berbisnis itu sejak tahun 2010. Awal bisnisnya itu saya dan suami memulai dari penyuplai bahan baku makanan ke cafe dan restoran.

Seiring berjalannya waktu, kita lihat prospeknya bagus, kita kemudian mencari ide yang baik ke depannya agar bisnis ini berkembang pesat. 

Jauh sebelum pandemi, kita sudah mulai untuk secara onlinenya. Setelah 5-6 tahun berjalan, kita berjalan sebagai penyuplai, kita berpikir untuk mengembangkan ke sayur online," ungkap Fany, Sabtu (7/8/2021).

Mengubah sistem berjualan dari offline ke online, Fany menuturkan bahwa dirinya tak mengalami kendala yang cukup berarti lantaran dirinya mampu beradaptasi dengan mudah dan rutin mencari informasi. 

Dengan kegigihannya tersebut, Fany yang juga tergabung dalam Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (Ipemi) Medan turut mendapat apresiasi dari organisasi atas kegigihan dalam berwirausaha.

Baca juga: Lirik dan Chord Gitar Lagu Batak Dang Na Ujui Be Ho yang Dipopulerkan Penyanyi Lestari Br Hutasoit

"Nah saya juga bergabung untuk di komunitas pengusaha seperti Ipemi untuk bisa mendapatkan informasi usaha kita.

Jadi kita saling support. Alhamdulillah kemarin beberapa bulan lalu terpilih sebagai anggota dari member Ipemi yang teraktif," ujarnya.

Namun, pencapaian dirinya saat ini tak dilakukan dengan mudah. Disaat semua orang terlelap, dirinya sudah mulai mempersiapkan kebutuhan penjualan. 

Hal ini ia lakukan agar mampu mengatur waktu dengan baik sebagai pengusaha ataupun sebagai ibu rumah tangga dalam mengurus keluarga.

"Kalau ingin sukses harus pintar bagi waktu juga. Contohnya kalau usaha yang saya bangun ini, waktunya bukan pagi lagi tapi tengah malam.

Jadi dalam waktu tengah malam itu saya langsung estimasi perbelanjaan, kemudian saya mulai kemas apa yang perlu dipersiapkan. Jadi mulai jam 1 siang saya mulai mengurus anak dan begitu sehari-harinya," kata Fany.

Baca juga: Wahyuni Pra Rahelia, Pesepakbola Wanita Sumut yang Pernah Ikut Silat

Selain berjualan sayur mayur segar, menariknya, Fany juga turut menjual paket menu diet selama 14 hari dengan target dapat mengurangi berat badan dalam waktu tersebut.

"Kita ada menu diet dengan mengatur pola makannya selama 14 hari tanpa obat dan alami sayur dan buah. Saya atur menunya dengan 1 hari tiga kali selama empat hari ke depan. Jadi dalam 14 hari itu harus ada perubahan dari berat badan sebelumnya," jelasnya.

Sementara itu, diluar pribadi Fany saat ini, dirinya ternyata memiliki sifat pemalu sebelum terjun dalam dunia bisnis.

Dengan mulai merintis usahanya, Fany kemudian berpikir bahwa dirinya harus mampu memiliki banyak relasi agar dapat membuat usahanya lebih meluas.

"Dari segi sikap saya yang tadinya itu pemalu tapi dengan usaha ini dan juga dibimbing oleh suami untuk mampu berhadapan dengan pelanggan seperti apa. Dengan adanya usaha ini saya jadi mampu tampil lebih percaya diri," tuturnya.

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved