Jesselyn Lauwreen, Finalis MasterChef Indonesia Asal Medan, Belajar Masak hingga ke Paris

Bak buah jatuh tak jauh dari pohonnya, bakat memasak Jesselyn diwarisi oleh orang tuanya yang memiliki Restoran Miramar Medan.

Editor: ayu prasandi
HO
Jesselyn Lauwreen 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Jesselyn Lauwreen, gadis cantik asal Medan ini berhasil melenggang ke Grand Final MasterChef Indonesia yang akan menghadapi Nadya Putri, finalis asal Jakarta. 

Masih berumur 21 tahun, Jesselyn berhasil memukau juri dengan sentuhan tangannya menghidangkan aneka menu Nusantara hingga Internasional.

Bak buah jatuh tak jauh dari pohonnya, bakat memasak Jesselyn diwarisi oleh orang tuanya yang memiliki Restoran Miramar Medan, Jalan Pemuda No. 11 ABC, Medan.

Restoran ini satu diantara restoran legenda di Medan sejak tahun 1972.

Saat beranjak SMA dia sudah pindah ke Jakarta dan menjadi kali pertamanya jauh dari orang tuanya. 

Namun, Jesselyn seakan tak ingin berpangku tangan begitu saja.

Baca juga: Sejarah Jalan HM Joni Medan, Berawal dari Kisah Seorang Pemuda yang Berasal dari Tapanuli Selatan

Dirinya juga turut mengasah kemampuan seni memasaknya dengan masuk ke sekolah masak terkenal yaitu Le Cordon Bleu Dusit Culinary School tahun 2019 lalu.

"Masuk sekolah kuliner tak pernah terpikirkan sebelumnya. Sebelumnya aku dulu ingin fokus ke sekolah bisnis.

Namun, setelah berdiskusi dengan keluarga, aku memutuskan untuk bersekolah menu khas Thailand di Le Cordon Bleu Dusit di Thailand.

Kemudian, setelah ambil diploma di kampus Dusit selama tiga bulan, aku ambil program di kampus di Paris, Prancis," ungkap Jesselyn.

Jesselyn melanjutkan sekolah masaknya di Le Cordon Bleu Paris saat kondisi pandemi Covid-19.

Dalam sebuah interview dengan sekolah memasaknya, ia harus beradaptasi cepat ketika harus mengambil praktik di Prancis.

Baca juga: Resep Membuat Jagung Mozarella Khas Millenial, Cocok Untuk Cemilan Anak di Rumah

Dengan suasana murid-murid yang begitu kompetitif, Jesselyn ternyata sudah terlatih untuk dapat bertarung di galeri Master Chef Indonesia season 8.

"Kitchen setting agak sedikit berbeda jika dibandingkan di Dusit, Thailand, aku harus cepat beradaptasi. Tak hanya itu, suasana kompetitif juga terasa lebih tinggi jika di Paris.

Nah pengalaman seperti ini yang banyak membantu saat berkompetisi di Master Chef Indonesia," ujarnya.

Masuknya ke Grand Final menjadi suatu momentum bagi dirinya.

Diketahui, Jesselyn didukung penuh oleh keluarga dan sahabatnya dan akhirnya memberanikan diri menantang dirinya masuk ke Master Chef Indonesia.

Sementara itu, selain memasak, Gadis Tionghoa ini ternyata begitu mencintai seni dan desain, hal ini dapat dilihat di Instagramnya @jesselyn.mci8 dan channel youtubenya.

Baca juga: Tipatipa Makanan Khas Batak Toba, Cocok jadi Buah Tangan Saat Berkunjung dari Toba 

Di kanal youtubenya, ia banyak membuat vlog dalam mengabadikan momen selama di Paris, Prancis. 

Kini, Jesselyn tinggal selangkah lagi untuk menjadi Jawara Master Chef Indonesia 2021.

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
267 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved