Sejarah Jalan HM Joni Medan, Berawal dari Kisah Seorang Pemuda yang Berasal dari Tapanuli Selatan

Jalan yang berada di antara Jalan Sisingamangaraja tepatnya di samping Makam Pahlawan itu ternyata memilik sejarah.

Editor: ayu prasandi
HO
Jalan HM Joni Medan 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN-Mendengar Jalan HM Joni, bagi sebagian warga Kota Medan tentu tidak asing dengan nama jalan yang satu ini.

Ya, jalan yang terletak di Kecamatan Medan Kota, ini menjadi salah satu pusat kuliner dan fashion.

Tidak hanya itu di Jalan HM Joni ini juga terdapat sebuah Museum milik pemerintah Kota Medan.

Jalan yang berada di antara Jalan Sisingamangaraja tepatnya di samping Makam Pahlawan itu ternyata memilik sejarah.

Baca juga: Lirik Lagu Karo Tedeh Ateku Kena by Trisna Shinta

Namun, kebanyakan masyarakat di Medan tidak mengetahui asalmuasal penamaan Jalan HM Joni tersebut. 

Bila kita telusuri bahwa, Jalan HM Joni memiliki panjang lebih kurang 2 KM.

Namun dahulunya, Jalan HM Joni ini lebih dikenal Jalan Pasar Merah.

Namun diberi nama tersebut bukan tanpa alasan.

Berdasarkan informasi dari beberapa tokoh masyarakat, yang telah lama tinggal di Jalan HM Joni itu, Muhammad Yusuf menjelaskan bahwa pada tahun 60-an, jalan tersebut berwarna merah sebab di kawasan itu ada sebuah pabrik pembuatan batu bata dan genteng pada era zaman Belanda dahulu. 

"Kalau cerita dulu, itu bukan Jalan HM Joni, tapi Jalan Pasar Merah. Karena dulu jalannya dari tanah merah dulu ada produksi batu bata di daerah itu," ujarnya.

Yusuf menjelaskan bahwa dirinya bersama keluarga telah tinggal di Jalan HM Joni sejak tahun 70-an.

Iapun tidak mengetahui secara detail mengapa jalan tersebut dinamakan Jalan HM Joni. 

Namun, dia meyakini HM Joni itu merupakan salah seorang tokoh pada zaman Belanda. 

Baca juga: Ean Sintanta Ginting, Atlet Panahan Kota Medan, Berambisi Pada PON 2024 

"Sepengetahuan saya, dari awal saya tinggal di situ (Jalan HM. Joni) sampai saat ini juga kurang mengerti secara akuratlah tentang kenapa itu di namakan Jalan HM Joni. Apakah itu seorang tokoh atau pahlawan," bebernya. 

Lanjut Yusuf, bahwa perubahan Jalan Pasar Merah itu berubah sejak tahun 80-an.

"Namanya itu diberikan sepengetahuan saya oleh pemerintah dengan nama Jalan HM Joni sekitar tahun 80-an," katanya. 

Namun Yusuf mengungkapkan bahwa sejarah lain yang ada di Jalan HM Joni yakni sebuah arca yang saat ini telah menjadi bangunan dari museum Gedung Arca.

Sebelum Museum milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, itu dibangun merupakan tanah lapang (tanah kosong) tempat mereka bermain sepak bola (bola kaki). 

Di situ terdapat sebuah arca yang tingginya lebih kurang satu meter tepat di tengah lapangan. 

"Adanya Gedung Arca itu, ya dulu punya sejarah. Dulu ada satu arca ditemukan di situ. Tapi tidak ada perhatian orang itu bahwa arca itu bakal jadi satu bukti sejarah.

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
261 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved