Durian Bakar Pertama di Kota Medan, Jadi Kuliner Alternatif yang Ramah untuk Perut

Inovasi tersebut dengan cara dibakar, tujuannya selain untuk menghilangkan bau durian dan ini pertama kalinya di Medan.

Editor: ayu prasandi
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Patar Siahaan membakar durian pesanan pelanggan di warungnya Indo Durian 2, di Jalan Bromo Ujung, Medan, Sabtu (21/8/2021). Durian bakar tersebut mulai banyak diminati warga Medan dengan harga Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu per buah. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Buah durian menjadi salah satu buah yang cukup banyak peminatnya, terutama di Kota Medan.

Tak hanya warga Medan, bahkan buah durian diminati pengunjung dari luar kota.

Ternyata durian memiliki olahan lain yang unik untuk dinikmati yaitu dengan cara dibakar.

Tujuannya selain untuk menghilangkan bau durian yang khas dan ini pertama kalinya di Medan.

Durian bakar ini terletak di Jalan Bromo Ujung No 210 Kecamatan Medan Area.

Baca juga: Shanaz Salsabila, Runner Up 2 Duta Genre Kota Medan, Mahir Seni Henna dan MC 

Namanya Indo Durian 2.

Durian bakar tersebut mulai banyak diminati warga Medan dengan harga Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu perbuah.

Patar mengaku inovasi ini terinspirasi dari temannya.

Saat berkunjung ke Tangerang pada 2020 yang lalu untuk menemui temannya yang tak lain juga penjual durian.

Disana, ia melihat penyajian durian yang unik yaitu dibakar. Selain unik, pembeli yang memesan juga banyak hingga mengantri.

Nah, dari situ awalnya inovasi durian bakar Patar Siahaan. Untuk durian bakar Patar sendiri, baru berjalan sebulan.

Sebelumnya Patar memang penjual durian sudah bertahun-tahun. Menurut Patar Siahaan menyebutkan durian yang dikonsumsi dengan cara dibakar ternyata bisa dinikmati oleh lansia.

Selain wanginya tidak menyengat, gas yang terkandung dalam durian juga sedikit sehingga lebih aman menyantapnya.

Baca juga: Lirik dan Arti Lagu Terang Bulan, Pujian Dan Harapan Untuk Kekasih

Untuk proses pembakaran durian, Patar Siahaan mengaku butuh waktu 25-30 menit, baru bisa langsung dinikmati. Harga durian bakar, Patar mematoknya dengan harga berkisar Rp 40-50 ribu per buah hanya berbeda 10 ribu dari durian biasa.

"Kalau untuk durian bakar ini, baru satu bulan ini berjalan. Aku terinspirasi dari teman ku yang di Tanggerang. Kenapa enggak ku buat juga di Medan, "kata Patar.

Permintaan durian bakar Patar, per harinya mencapai 20-30 buah pada hari biasa, namun kalau hari besar mencapai 40-50 buah per hari.

Durian Patar dipasok dari Kabupaten Dairi, setiap harinya ia menampung 2000-3000 buah durian per hari.

"Durian ku ini dipasok dari Dairi, sehari 2000 hingga 3000 buah per hari. Untuk penyajiannya ada yang biasa, dan ada yang dengan cara dibakar sesuai selera. Kalau mau dibakar pembeli harus menunggu hingga 20-30 menit, setelah dia merekah (terbuka sendiri) barulah bisa disajikan," ucapnya.

Baca juga: Veren Ferita Kosasie, Miss Chinese Indonesia Favorite 2021, Punya Tips Hilangkan Rasa Minder

Penyajian durian bakar ini memiliki rasa yang legit dan lemak, apalagi di nikmati masih hangat.

Selain dagingnya keras (tidak lembek), teksturnya juga lembut dan tidak begitu berbau.

Seperti pengunjung Khusnul Khatimah menjelaskan rasa durian bakar pesanannya lebih legit dan lembut.

Ia sering berkunjung ke Indo durian 2, namun baru sekali ini merasakan durian bakarnya.

"Ia lebih nikmat, lemak dan lembut. Enak sih dibandingkan durian biasa tanpa olahan. Ini baru pertama sekali mencoba karena penasaran liat buah durian dibakar ini," tutup Khusnul.

(sir/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved