Rahmat Hasibuan, Hakim PN Siantar, Sempat Jadi Honorer dan Gagal Jadi Dokter

Cerita lama di balik pria murah senyum ini ternyata tak berjalan mulus. Rahmat remaja mengaku pernah bercita-cita menjadi seorang dokter.

Editor: ayu prasandi
ALIJA
Rahmat Hasibuan, Hakim PN Siantar 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR- Rahmat Hasibuan terpaksa mengubur mimpinya dalam-dalam untuk menjadi seorang dokter.

Niatnya menjadi pelayan kesehatan untuk sesama diubah Sang Khalik menjadi seorang pengadil. Namanya kini menjadi salah satu hakim di Pengadilan Negeri Pematangsiantar.

Figur Rahmat Hasibuan begitu dikenal di kalangan wartawan dan pencari informasi tentang sidang.

Kecakapan Pria kelahiran Padangsidimpuan, 9 September 1981 membuatnya didapuk menjabat humas di Pengadilan Negeri Pematangsiantar, selain tugas pokoknya sebagai hakim

Baca juga: Mitro Hiamanson Manihuruk, Atlet Kickboxing Medan, Kini Fokus Benahi Diri Persiapan PON 2024

Cerita lama di balik pria murah senyum ini ternyata tak berjalan mulus.

Rahmat remaja mengaku pernah bercita-cita menjadi seorang dokter.

"Saya dikirim dari sekolah saya di MAN untuk mengikuti program beasiswa ke universitas negeri melalui jalur undangan (berdasarkan nilai raport/PMDK). Waktu itu memilih kedokteran, tapi tidak diterima," kenang Rahmat.

Padahal kata Rahmat, saat itu dirinya sangat optimis diterima, karena nilai raport yang diperoleh sedari kelas I sampai kelas III SLTA tergolong cukup untuk diajukan sebagai peraih beasiswa. Apa daya, ia pun mau tak mau menerima hasil kegagalannya.

Baca juga: Vaksinasi Massal Covid-19 di Stadion Teladan, Para Atlet Antusias Ikut, Bobby Nasution Bilang Ini

Rahmat kembali mengikuti lagi Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN) kembali tahun 2000. Ia masih berharap besar dengan impiannya menjadi seorang dokter.

Sumber: Tribun Medan

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved