Lirik Lagu Perjuangan Sora Mindo Karya Djaga Depari, Ada Pesan Kemerdekaan

Sora Mindo memiliki arti Suara Yang Meminta atau bisa pula diartikan sebagai Sebuah Permintaan.

Editor: ayu prasandi
youtube
Lagu Sora Mindo 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Lagu Sora Mindo karya Djaga Depari merupakan salah satu lagu perjuangan yang ditujukan bagi masyarakat Indonesia, yang kini sudah merdeka dari penjajahan.

Lagu berbahasa Karo tersebut, memiliki arti yang tajam yang memuat pesan-pesan kemerdekaan. 

Lagu ini sedikit banyak mengingatkan kita, agar tidak lupa pada perjuangan para pahlawan dan tidak menyia-yiakan kemerdekaan yang diraih dengan tumpah darah.

Jika diartikan ke bahasa Indonesia, Sora Mindo memiliki arti Suara Yang Meminta atau bisa pula diartikan sebagai Sebuah Permintaan.

Setiap lirik dalam lagu ini juga mengingatkan kita bahwa banyak hal yang harus dikorbankan demi meraih kemerdekaan. 

Selain itu, pesan perdamaian juga tersirat dalam lirik lagunya yakni adanya kalimat Keleng ate ras dame sisada karang,
E me pertangisen kalak lawes erjuang Yang artinya saling menyayangi dan berdamailah dengan sesamamu, sebab Itulah yang diinginkan yang pergi berjuang.

Berikut lirik dan arti Lagu Sora Mindo karya Djaga Depari.

Baca juga: Alat Musik Khas Karo Keteng-Keteng, Terbuat Dari Bambu dan Miliki Bersuara Merdu

Sora Mindo

Terbegi sora bulung-bulung erdeso 
I babo makam pahlawan si lino 
Begina sora serko medodo 
Cawir cere sorana mido-ido 

Terawih dipul meseng kutanta ndube 
Iluh si lumang ras simbalu balu-balu erdire-dire 
Sora ndehereng perenge-renge ate 

Kinata ngayak-ngayak merdeka ndube 

Makana tangarlah si ngelem layar-layar 
Ula kal merangap ula dage jagar-jagar 
Kesah ras dareh ndube tukurna merdekanta enda 
Ula lasamken pengorbanan bangsata

Enggom kap megara lau lawit ban dareh simbisanta Enggom megersing lau paya-paya ban iluh tangista
Enggom kap megelap langit ban cimber meseng kuta ndube ngayak-ngayak merdeka kal kita 

Tegu me dage temanta si enggo cempang, didong kal dage anak-anak tading melunang 

Keleng ate ras dame sisada karang 
E me pertangisen kalak lawes erjuang 
Terbegi sora bulung-bulung erdeso 
I babo makam pahlawan si lino 
Begina sora serko medodo 
Cawir cere sorana mido-ido 

Baca juga: Rahmat Hasibuan, Hakim PN Siantar, Sempat Jadi Honorer dan Gagal Jadi Dokter

Terjemahan

Terdengar suara daun-daun berdesir 
Diatas makam pahlawan yang sepi 
Terdengar suara memanggil-manggil 
Sungguh pilu suaranya memanggil 

Terasa terbakar kampung kita ini 
Air mata yang berlinang 
Mengerang yang menyayat hati 
Demi mengejar kemerdekaan dulu

Itulah sebabnya dengarkan dan rasakan 
Jangan kau rakus sayang, dibilang jangan bercanda-canda 
Nyawa dan darah yang menjadi jaminan kemerdekaan ini 
Jangan sia-siakan pengorbanan bangsa kita 

Sudah merah air yang mengalir 
Sudah kuning air karena airmata tangisnya 
Sudahlah gelap karena asap yang menyelimuti kampung kita demi mengejar-ngejar kemerdekaan itu 

Tuntun kawan kita yang sedang pincang 
Sayangilah anak yatim 
saling menyayangi dan berdamailah dengan sesamamu, sebab Itulah yang diinginkan yang pergi berjuang.

Terdengar suara daun, daun berdesir 
Diatas makam pahlawan yang sepi 
Sungguh nyaring suaranya memanggil 
Sungguh nyaring suaranya memanggil

(cr21/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

  • Conny Dio

     
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved