Lusty Malau, Aktivis Wanita Yang Bangun Ruang Aman untuk Penindasan Perempuan di Sumut

Selain itu, ternyata Lusty juga aktif memimpin organisasi yang sudah empat tahun ini ia rintis, yakni Perempuan Hari Ini (PHI) pada tahun 2017.

Editor: ayu prasandi
HO
Lusty Ro Manna Malau 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Lusty Ro Manna Malau tak menyangka bahwa kecintaannya terhadap dunia sosial dan kesetaraan gender semasa kuliah membuat dirinya kini bekerja di lingkup tersebut.

Sempat dua kali keluar masuk dalam instansi pendidikan formal, Lusty akhirnya memutuskan untuk terjun dalam dunia penelitian dalam bidang sosial.

"Semenjak pandemi ini lebih banyak diminta untuk menjadi narasumber, pembicara, dan pemateri untuk kegiatan lain.

Selain itu sekarang kerja sebagai peneliti sosial di salah satu NGO yang memang project penelitian," ungkap Lusty, Sabtu (12/6/2021).

Baca juga: 3 Kue Tradisional Yang Masih Eksis di Medan hingga Saat Ini, Ada Yang Sempat Viral

"Ini kerjaan yang sangat menggairahkan karena melakukan pekerjaan sepereti ini hanya terbartas pada satu isu dan ketika sudah terjun sebagai peneliti, ya gunakan referensi, kita belajar metode penelitian dari sini kita bisa belajar dengan permasalahan sosial," lanjutnya.

Selain itu, ternyata Lusty juga aktif memimpin organisasi yang sudah empat tahun ini ia rintis, yakni Perempuan Hari Ini (PHI) pada tahun 2017.

Menariknya, bukan sebagai ajang keren-kerenan belaka, Lusty mendirikan PHI ini dilatarbelakangi dengan pengalaman dirinya yang pernah mendapat pelecehan seksual semasa duduk di bangku sekolah.

"Jadi organisasi ini terbentuk dengan kejadian yang aku alami dari sma hingga kuliah yaitu pelecehan seksual dan itu sempat membekas selama bertahun-tahun.

Jadi berdirinya PHI ini merupakan pengalaman pernah dilecehkan dan pernah rapuh sekali selama beberapa tahun karena merasa tidak berharga, takut sekali jika bersuara," ujarnya.

Baca juga: Rizky Lawyer, Atlet Karate Sumut, Termotivasi dari Jadi Atlet dari Sang Ibu

Selama empat tahun, wanita kelahiran 1994 ini membuka wadah bagi kaum wanita maupun laki-laki untuk dapat berani bersuara dan melantangkan jika adanya penindasan ataupun kekerasan.

Melalui organisasi ini, Lusty juga turut mendapatkan pengalaman berharga dengan membantu para wanita yang kebanyakan hadir untuk dapat mencurahkan pengalaman pahitnya seperti kekerasan seksual maupun rumah tangga, hak-hak perempuan yang tertindas, dan kesetaraan gender lainnya.

Melalui terbentuknya komunitas ini, Lusty juga turut bersyukur pernah mendapat penghargaan bertajuk #Perempuan Kuat dari NarasiTv pada tahun 2018.

Dikatakannya, penghargaan ini berawal saat temannya yang bekerja di salah satu media mengajaknya untuk meliput aktivitas PHI yang didirikan Lusty.

"Waktu itu ada teman dari Metro TV yang memberitahu kalau dia lagi ikut ajang kompetisi profil. Nah saat itu aku terpilih menjadi informannya. Jadi disitulah kita melakukan Kita shoot kegiatan dan perjalananku di Sei Mati dan dia ikut kemana-mana dan masuklah ke 10 besar dan narasi tv yang datang meliput langsung ke medan, lalu mereka lebih fokus untuk pembentukan Perempuan Hari Ini," tuturnya.

Setelah beberapa menunggu pengumuman, Lusty akhirnya terpilih masuk ke 10 besar dan proses seleksi lebih ketat dengan mengirimkan tim NarasiTv untuk meliput langsung aktivitas Perempuan Hari Ini dengan penjurian ketat dari Najwa Shihab, Maudy Ayunda, dan Raline Shah.

Lusty tak pernah menyangka bahwa komunitas yang ia dirikan atas dasar untuk membantu sesama wanita kini dapat menginspirasi banyak pihak untuk berani menyuarakan diri.

Padahal, Lusty sempat bercerita bahwa semasa kecil, dirinya dapat dikatakan seorang introvert dan ambisius.

Baca juga: Lirik Lagu Karo Tertima dan Terjemahannya by Averiana Barus

"Sebenarnya waktu kecil agak pendiam dan tidak ekspresif dan lebih pemalu. Tapi waktu sudah kuliah kayak lebih banyak membuka diri dengan orang-orang dan ikut organisasi untuk memantik jati diri," sebutnya.

"Kemudian Kalau kerjaan sekarang di tengah masyarakat itu memang lebih menyenangkan buat kakak karena setiap hari kita mengenal manusia terus kita berinteraksi dari hati ke hati dengan butuh penelitian juga. Kerjaan sekarang ini berkutat pada literatur dan data," tambah Lusty.

Tak hanya itu, Lusty juga senang kini PHI mulai menampakkan wujud dengan berkolaborasi dengan lembaga maupun komunitas untuk membuat suatu pergerakan nyata yang selama ini hampir tidak memiliki ruang.

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
236 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved