Edward Sinulingga, Kadis PUPR Karo, Sempat Dua Kali Gagal Ikuti CPNS

Pria kelahiran 21 September 1974 ini mengaku, ia sempat menjabat mulai dari staf hingga Kepala Seksi (Kasi) di beberapa dinas di Pemerintah Karo.

Editor: ayu prasandi
TRIBUN MEDAN/ NASRUL
Kepala Dinas PUPR Karo Edward Sinulingga, saat ditemui di Kantor Dinas PUPR Karo. Sebelum jadi Kadis, Edward bercerita dirinya pernah gagal dua kali saat ikut tes CPNS. 

TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Setiap orang, memiliki cerita sendiri dalam hidupnya. Bahkan, yang saat ini dilihat sudah berada di fase zona nyaman, pasti memiliki cerita yang panjang sebelum berada di posisi sekarang.

Salah satunya ialah, Edward Pontianus Sinulingga. Pria yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karo ini, ternyata memiliki cerita menarik di perjalanan karirnya.

Pria yang lahir di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat ini mengaku sebelum berada di jabatannya saat ini, ia sempat beberapa kali pindah tugas.

Pria kelahiran 21 September 1974 ini mengaku, ia sempat menjabat mulai dari staf hingga Kepala Seksi (Kasi) di beberapa dinas di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo.

"Sebelum jadi Kadis, saya sempat beberapa kali pindah tugas. Bahkan pernah tugas di bagian yang enggak sesuai sama jurusan saat kuliah dulu, kalau saya memang basicnya teknik," ujar Edward, Selasa (6/7/2021).

Baca juga: Nasib Musisi Bercita-cita Sejarawan, Sempat Jadi Penyanyi Terkenal Kini Ingin Jadi Menteri

Selain itu, ternyata Edward juga sempat putus harapan jika dirinya dapat berkarir menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga menjadi Kadis.

Dari cerita Edward, dirinya dulu sempat mengalami dua kali gagal saat mengikuti tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Anak ketiga dari lima bersaudara ini menceritakan, dirinya pertama kali mengikuti tes CPNS pada tahun 2003 lalu.

Dirinya mengatakan, saat itu dalam satu tahun ia mengikuti dua kali pelaksanaan ujian di Kabupaten Dairi dan Kabupaten Karo. Namun, dari kedua kali tes itu dirinya dinyatakan gagal seleksi menjadi ASN.

"Kalau dulu tesnya kan enggak serentak seperti sekarang. Saya tahun 2003 itu ikut tes dua kali, dua-duanya gagal, dari situ saya sudah enggak niat lagi untuk ikut tes CPNS lagi," katanya.

Masih di tahun yang sama, salah satu rekannya memberi informasi jika Pemkab Karo kembali membuka tes CPNS.

Karena sudah dua kali gagal, pria lulusan jurusan teknik sipil Universitas Atmajaya ini mengaku, dirinya sudah tidak niat kembali ikut tes.

Namun, Edward mendata saat itu rekannya tetap membujuknya untuk kembali mengikuti seleksi.

Rekannya menceritakan, kalaupun memang ada pelamar yang menggunakan jalur untuk bisa lulus, Edward hanya perlu meluangkan waktu dan biaya untuk ongkos saja.

"Jadi ada teman yang bilang ikut aja, kalaupun enggak lulus ya itung-itung pengalaman sudah beberapa kali ikut tes. Di situ saya berpikir lagi, yaudah saya ikut tes lagi saja," katanya.

Baca juga: Daftar Artis Jatuh Miskin Dampak Covid-19, Makan pun Susah, Sampai Jualan Mi dan Kopi

Setelah mengikuti serangkaian proses ujian, saat itu dirinya mengetahui jika bupati saat itu menolak hasil ujian dan meminta untuk ujian ulang.

Saat itu, Edward yang belum mengetahui dirinya lulus atau tidak kembali mengikuti proses ujian.

Dirinya menjelaskan, setelah hasil ujian diumumkan dirinya mengetahui jika ia lulus masuk menjadi ASN di Pemkab Karo.

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
231 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved