3 Kue Tradisional Yang Masih Eksis di Medan hingga Saat Ini, Ada Yang Sempat Viral

Makanan yang rasanya manis ini dianggap spesial karena kerap dihidangkan pada acara-acara tertentu.

Editor: ayu prasandi
TRIBUN MEDAN/ANIL
Kue Putu, Makanan Tradisional Indonesia 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kue tradisional masih menjadi makanan yang banyak diminati hingga sekarang.

Bahkan makanan yang rasanya manis ini dianggap spesial karena kerap dihidangkan pada acara-acara tertentu.

Baca juga: Daftar Gubernur Sumut Dari Tahun 1948 hingga 2021, Edy Rahmayadi Gubernur ke-18

1. Kue Klepon

Salah satu jenis jajanan tradisional yang masih banyak peminatnya ialah klepon.
Kue berwarna hijau ini berasal dari warna alami daun pandan atau tambahan pewarna makanan.

Jajanan pasar ini terbuat dari adonan tepung beras yang  dibulatkan lalu diisi dengan gula merah,  setelah itu adonan direbus atau dikukus, dan ditaburi kelapa parut.

Untuk mendapatkan kue ini cukup mudah, yakni cukup mencari pedagang martabak di pinggir jalan. Biasanya kue ini dipajang menggunakan rak kaca alumunium dengan lampu terang.

Baca juga: Arti O Simulih Karaben Karya Komponis Nasional Asal Karo Djaga Depari Yang Menyentuh Hati

2. Kue Putu

Kue putu termasuk makanan tradisional yang masih eksis. Orang-orang menyebutnya kue putu bambu karena proses pengolahannya menggunakan bambu yang diisi tepung dan juga gula merah.

Cara menjajakannya pun terbilang unik. Para pedagang biasanya berkeliling ke rumah-rumah sambil membunyikan suara uap seperti sirine.

Untuk mendapatkan kue ini pun sangat mudah. Biasanya kue ini dijual saat matahari terbenam sampai malam dibarengi dengan martabak manis.

Baca juga: 3 Lokasi Vaksin Tanpa Syarat Domisili di Kota Medan, Berikut Syarat dan Ketentuan Pendaftarannya

3. Kue Lupis

Salah satu jajanan pasar ini masih sangat mudah ditemukan. Biasanya makanan ini dijual pagi hari oleh pedagang sarapan pagi dibarengi lontong ataupun nasi lemak.

Kue ini benar-benar menggoda apalagi ketika saus gula merah cair yang melimpah membasahi kue berbentuk segitiga yang telah ditaburi parutan kelapa. Apalagi cara penyajiannya pun masih khas menggunakan daun pisang yang dilipat menggunakan lidi ataupun tusuk gigi.

Cara pembuatan kue ini cukup mudah. Terbuat dari beras ketan, daun pisang, kelapa, dan gula merah.

(cr25/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
229 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved