Stephanie Santira Pandia, Dokter Gigi Yang Jatuh Hati Dengan Dunia Jurnalis

Menariknya, dua profesi yang dijalankan Stephanie saat ini merupakan gabungan dari dua profesi kedua orangtuanya

Editor: ayu prasandi
(instagram Stephanie)
Stephanie Santira Pandia yang mencintai dunia jurnalistik 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Jalani dua profesi sekaligus bukanlah hal yang gampang.

Berpacu dengan waktu dan mampu bekerja seimbang menjadi tantangan bagi seseorang yang menjalaninya.

Namun ternyata hal ini dapat dijalankan dengan baik oleh Stephanie Santira Pandia, Dokter Gigi sekaligus Jurnalis TV di Medan. 

Untuk pembagian waktu, Stephanie menjalani profesi sebagai Dokter Gigi di RS Efarina Tanah Karo dan Klinik Polres Tanah Karo pada hari Senin hingga Rabu dan aktif menjadi jurnalis di Kompas TV pada Kamis hingga Sabtu.

Baca juga: 4 Sosok Hantu Yang Ditakuti Masyarakat Karo, Penjaga Kebun Hingga Hutan

"Bisa sih kalau untuk pembagian waktunya, kalau Senin pagi aku pergi waktu subuh kebetulan mamaku kerja disana jadi aku selalu ikut dia pagi-pagi, sorenya pulang sendiri naik bus Almasar lebih enak gak perlu nyetir sendiri kan. Rabu sorenya pulang kemudian Kamis, Jumat, dan Sabtu aku bekerja di KompasTV," ungkap Stephanie, Sabtu (5/6/2021).

Menariknya, dua profesi yang dijalankan Stephanie saat ini merupakan gabungan dari dua profesi kedua orangtuanya yaitu Jurnalis dari sang Ayah dan Dokter Gigi oleh sang Ibu.

"Sebenarnya mama aku dokter gigi, papa aku jurnalis. Jadi dari kecil papa mama aku udah mengenalkan kedua profesi ini. Jadi aku sering dibawa ke klinik untuk bisa sama profesi ini dan kalau papa aku suka nyuruh aku untuk ngomong di depan kaca untuk public speaking," ujarnya.

Walaupun pada akhirnya Stephanie berkuliah dengan jurusan Kedokteran Gigi di Jakarta, ternyata dirinya tak melupakan dunia Jurnalistik begitu saja. 

Terbukti, sebelum tamat kuliah pada Desember 2017, Stephanie terlebih dahulu diterima sebagai Jurnalis di Metro Tv pada Mei 2017 hingga 2018.

Namun, Stephanie sempat vakum menjadi jurnalis MetroTv lantaran harus kembali ke Sumut untuk praktik di RS Efarina. Selama satu tahun, dirinya sempat dalam titik jenuh dengan rutinitas sebagai dokter gigi.

"Jadi 2018-2019 aku full gak berhubungan sama jurnalistik tapi aku masih baca berita, kepo sama berita ekonomi ataupun politik. Terus aku lama-lama rindu kayaknya gak bisa aku fulltime jadi dokter. Dulu itu aku sering nangis kayaknya kalau jadi dokter tapi gak senang. 

Karena waktu itu aku gak menemukan lingkungan yang dokter giginya banyak dan aku di Karo juga di RS yang sangat banyak pasien, jadi aku gak ada waktu untuk ngobrol untuk sesama dokter, jadi aku sendirian. Nah setelah itu akhirnya aku masuk ke KompasTv sebagai Freelance," kata Stephanie.

Jalani dua profesi dalam pembagian waktu yang berdekatan tak membuat Stephanie kerepotan lantaran dia sudah membagi waktunya dengan rinci.

Bagi Stephanie yang masuk ke dalam dunia jurnalistik tanpa ada dasar pendidikan formal, dirinya menjadi giat membeli buku-buku referensi dan membaca lima koran sekaligus per harinya.

Tak jarang, bentakan dan kritikan harus ia hadapi sebagai seorang jurnalis.

Baca juga: 7 Keistimewaan Kopi Sidikalang Yang Wajib Diketahui, Pesaing Kuat Kopi Brazil

"Untuk jadi jurnalis aku bener belajar dari nol waktu itu sama sekali gak ada basic public speaking untuk jurnalistik. Jadi aku belajar semua. 

Aku sering nangis karena dimarahi, waktu itu dibilang jelek banget untuk kerja aku.

Tapi ya jadikan itu kritik membangun. Aku kemudian belajar kayak beli buku-buku jurnalistik untuk belajar gimana tips dan trick manjadi news reporter," kenang Stephanie.

Stephanie bercerita bahwa Dokter Gigi dan Jurnalis merupakan pekerjaan yang berbeda namun memiliki dasar yang sama, yaitu sama-sama sebagai pelayan publik dan erat berhubungan dengan masyarakat.

Hal ini dapat dirasakan Stephanie saat bertugas meliput infrastruktur di suatu daerah di kota Medan, Stephanie sempat memviralkan kondisi jalan kota Medan dengan hastag #MedanSejutaLubang.

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
212 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved