Sejarah Kereta Api Lubukpakam, Dulu Digunakan untuk Angkut Komoditas Perkebunan

Sepertinya halnya di Stasiun Lubuk Pakam, dahulunya merupakan stasiun percabangan antara Medan, Tebing Tinggi, dan Bangun Purba.

Editor: ayu prasandi
HO
Foto stasiun kereta api Lubuk Pakam dan foto stasiun kereta api Bangun Purba pada tahun 1920an 

TRIBUN-MEDAN.com, LUBUKPAKAM - Stasiun Kereta api merupakan tempat keberangkatan atau pemberhentian yang menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya.

Selain digunakan untuk mengangkut penumpang, pada jaman dahulu stasiun kereta api digunakan juga untuk mengangkut komoditas perkebunan.

Sepertinya halnya di Stasiun Lubuk Pakam, dahulunya merupakan stasiun percabangan antara Medan, Tebing Tinggi, dan Bangun Purba.

Namun, jalur ke Bangun Purba kini sudah tidak ada lagi. 

Meski jalur kereta api Lubuk Pakam-Bangun Purba adalah jalur kereta api nonaktif yang menghubungkan Stasiun Lubuk Pakam dengan Stasiun Bangun Purba, namun banyak cerita menarik yang bisa diulas dari jalur tersebut.

Foto stasiun kereta api Lubuk Pakam dan foto stasiun kereta api Bangun Purba pada tahun 1920an, Jumat (4/6/2021). (HO)

Baca juga: Stephanie Santira Pandia, Dokter Gigi Yang Jatuh Hati Dengan Dunia Jurnalis

Berdasarkan dari beberapa artikel yang dikutip, lintas kereta api sepanjang 27,936 km ini dibangun mulai tahun 1901 oleh Deli Spoorweg Maatschappij (DSM) dan diresmikan untuk digunakan pada tanggal 10 April 1904.

Jalur kereta api dengan lebar sepur 1,067 m ini ditutup kurang-lebih pada tahun 1970-an. Meski demikian, bekas-bekas bangunan stasiun maupun jembatan kereta api sebagian masih dapat dilihat, akan tetapi kebanyakan relnya sudah hilang atau bisa dikatakan sudah lenyap.

Demikian pula sistem komunikasi, persinyalan, dan lain-lain tanda-tanda lalu lintas.

Jalur kereta api Lubuk Pakam-Bangun Purba dibangun sebagai bagian dari sarana dan prasarana pengangkutan komoditas perkebunan dari pedalaman menuju Medan, dan berakhir di Belawan sebagai pelabuhan kapal-kapal dagang untuk mengekspor hasil bumi ke luar negeri. 

Deli Spoorweg Maatschappij yang membangun jalur ini didirikan pada 1883 atas inisiatif JT Cremer, pada saat itu administratur pada perusahaan perkebunan tembakau yang sangat terkenal di Sumatra Timur, Deli Maatschappij (DM).

Hingga pada akhir 1890, DSM telah membangun jalur-jalur kereta api yang menghubungkan Medan dengan bandar-bandar pengekspor hasil bumi seperti Labuhan di tepi Sungai Deli, dan Belawan. 

Baca juga: Bursa Buku Bekas Medan, dari Titi Gantung Hingga Kembali ke Sisi Timur Lapangan Merdeka

Dan sebaliknya, juga menghubungkan kota Medan dengan wilayah-wilayah pedalaman penghasil aneka komoditas perkebunan seperti Binjai dan Selesai di Langkat, Deli Tua, ke timur hingga Serdang, Lubuk Pakam dan Perbaungan.

Jalur cabang Lubuk Pakam hingga ke Bangun Purba mulai direalisasikan dengan besluit Pemerintah Kolonial No. 25, tgl. 13 Juli 1901.

Berselang tiga tahun masa pembangunan, jalur ini resmi digunakan pada tanggal 10 April 1904

Sedikit tambahan Informasi yang dihimpun wartawan www.tribun-medan.com, dahulunya juga stasiun Lubuk Pakam merupakan tempat bongkar muat batu-batu balast/kricak untuk digunakan di jalur-jalur kereta api Sumatera Utara.

(CR23/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
214 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved