Sejarah Berdirinya Pasar Horas, Ikon Kota dan Pusat Ekonomi Rakyat Siantar

Melansir penelitian sejarawan Kota Siantar - Jalatua Hasugian, niat awal pendirian Pasar Horas tak lepas dari pertumbuhan penduduk di kota saat itu.

Editor: ayu prasandi
TRIBUN MEDAN/ ALIJA
Suasana di Pasar Horas Siantar 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR- Kota Pematangsiantar merupakan kota terbesar kedua di Sumatera Utara.

Kota satu ini memiliki beberapa ikon terkenal, satu di antaranya Pasar Horas yang berlokasi tepat di tengah tengah kota bermotto Sapangambei Manoktok Hitei, yang dalam bahasa Indonesia berarti 'bekerjasama untuk mencapai tujuan yang hakiki'.

Melansir penelitian sejarawan Kota Siantar - Jalatua Hasugian, niat awal pendirian Pasar Horas tak lepas dari pertumbuhan penduduk di kota saat itu.

Kegiatan perdagangan pada tahun 1958-1960 meningkat.

Baca juga: Sutan Harahap, Kasi Datun Kejari Binjai, Miliki Hobi Balap yang Torehkan Prestasi

"Hal ini ditandai dengan timbulnya parengge-rengge, yaitu para pedagang kaki lima yang umumnya terdiri dari kaum ibu-ibu," ujar Dosen Sejarah Universitas Simalungun dalam wawancara kepada Tribun Medan, Kamis (3/6/2021).

Jalatua mengatakan, timbulnya pedagang parengge-rengge ini berkaitan dengan pemberontakan PRRI sehingga banyak penduduk dari desa-desa pindah ke kota.

Dengan demikian permintaan akan lokasi tempat berjualan semakin meningkat.

Baca juga: Aldi Yadi Hasibuan, Mantri Sukarela di Puskesmas, Miliki Jasa Sunat Gratis Untuk Anak-anak di Asahan

Pemerintah daerah kemudian membangun kios-kios di sekitar lokasi (saat ini bernama Jalan Sutomo dan Jalan Merdeka) seluas 2.868 meter persegi.

Selanjutnya didirikan pula toko-toko sebanyak 52 pintu di Jalan Surabaya yang terletak tidak jauh dari lokasi pasar tersebut pada akhir tahun 1961.

"Sesuai dengan perkembangan politik ketika itu, maka pasar-pasar yang telah dibangun ini diberikan nama Trikora I untuk balairung yang awal dan Trikora II untuk balairung-balairung yang dibangun kemudian," ujar Jalatua.

Pasar Trikora I dan Trikora II terus berkembang. Hanya saja, musibah kebakaran pada 27 Juli 1980 di Pasar Trikora I mengakibatkan para pedagang kehilangan mata pencaharian.

Untuk menanggulanginya, sementara waktu para pedagang tersebut ditampung di Pasar Dwikora Martoba (Parluasan sekarang).

Pemerintah Daerah Tingkat II Pematangsiantar kemudian berpikir untuk membuat pasar dengan desain lebih modern dan permanen di lokasi Pasar Trikora I dan Trikora II sehingga menjadi satu dan mengganti namanya menjadi Pusat Pasar Horas berdasarkan SK Walikota Nomor:290/WK.29-12-1980.

Baca juga: Imam Ramadan Ritonga, Atlet Bola Voli Yang Akan Berlaga di PON ke-20 Papua

Rencana pembangunan disetujui Gubernur KDH Tingkat I Sumatera Utara, maka disusunlah studi kelayakan yang dipercayakan kepada Konsultan Andalas Graha Utama Medan. Studi tersebut digunakan oleh pemerintah daerah tingkat II Pematangsiantar sebagai pedoman untuk memohon kredit Inpres Nomor 8 tahun 1979 kepada Menteri Dalam Negeri.

Berdasarkan surat Menteri Dalam Negeri tanggal 30 Juli 1981 Nomor 170/1981, kredit disetujui sebesar Rp. 4.257.000.000,- yang disalurkan melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Pematangsiantar.

Kemudian untuk memulai pelaksanaan pembangunan Pusat Pasar Horas tersebut diadakanlah tender.

Berdasarkan surat persetujuan Menteri Dalam Negeri, Pemerintah Daerah Tingkat II Pematangsiantar, menerbitkan surat perintah kerja (SPK) kepada PT. Tulung Agung sebagai pemenang tender, dengan jumlah tawaran sebesar Rp. 4.129.787.525,-.

Pelaksanaan pembangunan proyek tersebut dimulai dengan peletakan batu pertama oleh Gubernur Sumatera Utara waktu itu, EWP. Tambunan pada tanggal 24 Oktober 1981.

Baca juga: 7 Keistimewaan Kopi Sidikalang Yang Wajib Diketahui, Pesaing Kuat Kopi Brazil

Sesuai dengan studi kelayakan, konstruksi pembangunan Pusat Pasar Horas terdiri dari 4 gedung utama yang dibangun di atas areal seluas 24.771 m2, dengan jumlah 3419 kios.

Pelaksanaan pembangunan berlangsung selama 2 bulan, di mana pembangunan fisik proyek baru 8 persen.

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
208 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved