Genggong, Alat Musik Suku Karo Yang Dahulu Digunakan Untuk Memanggil Kekasih

Alat musik Genggong merupakan instrument tunggal yang artinya, suatu alat musik yang digunakan secara tunggal atau pun tidak ada pengiring ritmisnya.

Editor: ayu prasandi
ist
Genggong, Alat musik Khas Besemah Kota Pagaralam Sumatera Selatan.  

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Suku Karo memiliki berbagai macam alat musik tradisional yang masih eksis hingga saat ini.

Alat musik Karo seperti kulcapi, keteng-keteng, hingga surdam mungkin sudah biasa digunakan dalam berbagai acara, baik itu acara adat maupun umum.

Bahkan tidak jarang alat musik Kulcapi juga digunakan kawula muda saat mengikuti kompetisi musik.

Namun, ternyata suku Karo juga memiliki alat musik unik, yang kini sangat jarang digunakan bahkan terbilang langka.

Baca juga: Liberhot Pardede, 11 Tahun Berpetualang di Alam, Tuai Banyak Pelajaran Berarti

Bahkan beberapa sumber menyebutkan kalau alat musik satu ini telah punah ditengah-tengah masyarakat Suku Karo.

Nama alat musik tersebut yakni Genggong. Genggong adalah alat musik Karo yang terbuat dari besi dan dibunyikan dengan menggunakan mulut sebagai resonator.

Genggong, Alat musik Khas Besemah Kota Pagaralam Sumatera Selatan. 
Genggong, Alat musik Khas Besemah Kota Pagaralam Sumatera Selatan.  (ist)

Selain sebagai resonator, mulut juga berfungsi mengatur tinggi rendahnya nada yang dihasilkan genggong.

Jika dilihat sekilas, alat musik Genggong memang terlihat biasa saja.

Namun dahulu ditengah-tengah masyarakat Suku Karo, alat musik satu ini memiliki peran yang dibilang cukup penting terutama bagi kawula muda atau dalam bahasa Karo disebut Anak Perana.

Alat musik Genggong merupakan instrument tunggal yang artinya, suatu alat musik yang digunakan secara tunggal atau pun tidak ada pengiring ritmisnya.

Selain Genggong adapun Instrument tunggal lainnya dalam kebudayaan musik Karo yakni surdam, murbab, tambur dan belobat pingko-pingko.

Lantas, kenapa alat musik ini penting bagi kawula muda? 

Dilansir dari berbagai sumber yang salah satunya yakni Website Departemen Etnomusikologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara (USU) yang dalam suatu penelitian menyebutkan, bahwa dahulu Genggong digunakan oleh anak perana (lelaki) untuk memanggil singuda-nguda (gadis) pujaan hatinya agar keluar dari dalam rumah.

Baca juga: 4 Tradisi Masyarakat Jelang Lebaran, Juga Dilakukan Di Sumut

Biasanya, para lelaki akan memainkan genggong dengan lagu tertentu yang telah dimengerti kekasihnya, sehingga apabila alat musik mulai dimainkan sang gadis akan langsung tahu bahwa kekasihnya sedang menunggunya di luar.

Untuk itu bisa dibilang, Genggong juga merupakan alat musik yang secara tidak langsung juga berfungsi sebagai alat komunikasi satu arah pada masa lalu.

Namun sayangnya, keberadaan alat musik satu ini diperkirakan sudah punah dari kebudayaan musik Karo.

Tidak hanya suku Karo, ternyata masyarakat Bali juga mengenal Genggong sebagai alat musik tradisional mereka. Bedanya kalau di Bali Genggong terbuat dari pelepah pohon enau. 

Genggong Bali berbentuk persegi panjang dan di bagian tengahnya diiris.

Di salah satu ujung genggong diikatkan tali yang bisa ditarik untuk menghasilkan getar dan suara.

Baca juga: Teh Gambir dari Pakpak Bharat, Miliki Banyak Khasiat untuk Tubuh

Suara yang muncul unik, dan terkesan mirip seperti suara katak.

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
199 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved