4 Tradisi Masyarakat Jelang Lebaran, Juga Dilakukan Di Sumut

Tentunya, masyarakat melakukan tradisi tersebut sebagai bentuk sukacita dalam menyambut momen kemenangan setelah sebulan melaksanakan ibadah puasa.

Editor: ayu prasandi
TRIBUN MEDAN/KARTIKA
Sejumlah masyarakat sedang berbelanja 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Memasuki pekan terakhir Ramadan, ada beragam tradisi yang rutin dijalankan setiap tahun secara turun-temurun dalam mempersiapkan kebutuhan lebaran.

Tentunya, masyarakat melakukan tradisi tersebut sebagai bentuk sukacita dalam menyambut momen kemenangan setelah sebulan melaksanakan ibadah puasa atau sebagai bentuk pergantian suasana baru.

Nah, kali ini Tribun Medan merangkum lima tradisi masyarakat khususnya di daerah Sumut yang hampir tak pernah terlewat setiap tahun.

Sejumlah masyarakat sedang berbelanja
Sejumlah masyarakat sedang berbelanja (TRIBUN MEDAN/KARTIKA)

Baca juga: DAFTAR Polsek di Bawah Jajaran Polrestabes Medan, Berikut Alamat Lengkapnya

1. Tukar Uang

Sudah menjadi tradisi saat hari pertama lebaran, para orang tua maupun dewasa membagikan uang Tunjangan Hari Raya (THR) kepada sanak saudara.

Biasanya, sepekan sebelum lebaran, masyarakat mulai menyerbu bank ataupun posko-posko penukaran uang untuk menukarkan pecahan yang menjadi langganan saat pembagian THR mulai dari Rp 2 ribu, Rp 5 ribu, Rp 10 ribu, hingga 100 ribu.

Menariknya, tahun ini masyarakat sudah bisa menukarkan Uang Pecahan Khusus (UPK) 75000 untuk seluruh bank yang ada di Sumut yang dibatasi 100 lembar per hari dengan membawa KTP untuk menunjukkan identitas.

Baca juga: 5 Pasar Tradisional di Medan yang Pedagangnya Menjual Aneka Kue Kering

2. Buat Kue Lebaran

Jelang Lebaran, bisnis kue kering menjadi usaha musiman yang kerap dilakoni ibu rumah tangga. (Shutterstock)

Idul Fitri terasa kurang jika tak ada kue kering yang tersaji di atas meja tamu.

Di Indonesia tradisi ini sudah menjadi turun temurun dengan menghadirkan kue lebaran saat momen lebaran.

Para ibu-ibu sudah mulai membuat kue sejak dua pekan sebelum lebaran.

Panganan kue kering khas lebaran juga bermacam-macam mulai dari nastar, cornflakes, putri salju, lidah kucing, hingga kacang tojin.

Biasanya para pembuat kue ini akan memulai membuat kue antara selesai waktu sahur maupun jelang berbuka atau setelah berbuka puasa.

Namun, bagi masyarakat yang tak sempat membuat kue jangan khawatir, karena saat mendekati lebaran hampir banyak penjual kue musiman yang menawarkan aneka macam kue dengan variasi harga.

Baca juga: Nastar, Kue Kering yang Selalu Warnai Momentum Lebaran, Begini Cara Mudah Membuatnya

3. Beli Baju Lebaran

Banyak yang bilang lebaran tidak sah kalau tidak beli baju baru.

Nah, setiap tahunnya, masyarakat selalu memadati pusat perbelanjaan seperti Mal hingga pasar tradisional untuk membeli pakaian baru saat menjelang lebaran.

Tradisi baju lebaran ini sudah ada sejak zaman dahulu seperti hari pertama Idul Fitri, keluarga kompak menggunakan baju dengan warna ataupun model yang senada.

Kemudian pada hari berikutnya, seseorang bebas untuk memilih baju yang casual.

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
197 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved