Tribun Medan Wiki

Siantar Hotel, Bangunan Sejarah dan Miliki Cerita Misteri Terowongan yang Belum Terungkap

Sebagai pendiri dan pemilik, mereka kemudian mempercayakan pengelolaannya kepada Uegen Ralph Otto sebagai Direktur Utama.

Editor: ayu prasandi
TRIBUN MEDAN/ALIJA
Hotel Siantar 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR- Siantar Hotel berlokasi di pusat Kota Pematangsiantar, persisnya Jalan WR Supratman, No. 3 Kota Pematangsiantar.

Siantar Hotel dibangun pada masa kolonialisme Belanda sekitar tahun 1913 dan diresmikan pada tanggal 1 Februari 1915. 

Hotel ini didirikan oleh tiga orang berkebangsaan Swiss, yakni Dr Erns Surbeck seorang dokter hewan, Hedwie Euse Surbeck dan Lydia Rosa Otto Surbeck.

Sebagai pendiri dan pemilik, mereka kemudian mempercayakan pengelolaannya kepada Uegen Ralph Otto sebagai Direktur Utama.

Baca juga: Meriam Puntung, Peninggalan Sejarah Legenda Putri Hijau Yang Sampai Ke Karo

Seiring berjalannya waktu, pada tahun 1969, kepemilikan Siantar Hotel beralih kepada Julianus Hutabarat dan kemudian dikembangkan dengan penambahan kamar, lobby, restoran serta renovasi sejumlah kamar.

Melansir dari penelitian tahun 2009 karya Jalatuah Hasugian, dosen program studi sejarah Universitas Simalungun, menyebut Siantar Hotel pada masa kini telah mengalami perkembangan pesat.

Namun, hingga kini, bangunan awak menunjukkan bentuk asli masih ada yang tersisa.

"Yang tersisa itu, di bagian restoran dan lobi yang di depan. Itu kalau nggak salah lantainya masih papan. Kalau yang lain sudah banyak mengalami perubahan," ujar pria yang dikenal sebagai sejarawan di Kota Siantar ini, Kamis (8/4/2021).

Jalatua mengatakan, Siantar Hotel memiliki sejarah penting bagi perjuangan merebut kemerdekaan di Kota Pematangsiantar.

Karena lokasi ini pernah dijadikan oleh Jepang sebagai markas setelah Belanda menyerah pada tahun 1942.

Pascakemerdekaan, para pemuda kemudian menyerang NICA/Belanda yang juga bermarkas di Siantar Hotel.

Baca juga: Dwi Arimbi Lubis Atlet Wushu Taulo, Akan Bertanding di PON Papua

"Untuk memperingati peristiwa Siantar Hotel Berdarah ini, dibangunlah sebuah tugu, persis di depan Siantar Hotel. Bangunan monumen berbentuk empat persegi terbuat dari batu andesit yang direkar dengan semen," kata Jalatua.

Monumen ini merupakan sumbangan dark pengusaha asal Siantar sendiri bernama Sintong Bingei, pemilik pabrik rokok NV. STTC. 

Pada bagian tengah monumen ada sebuah inkripsi yang bertuliskan "tanggal 15 Oktober 1945 penjerbuan dan penghantjuran kub N.I.C.A di Siantar Hotel oleh masa Rakjat Kota P.Siantar dan Kabupaten Simalungun sekitarnya, gugur Muda Radjagukguk, Ismail Situmorang korban fihak musuh 17 orang"

Selain berbentuk monumen, ada sebuah lukisan yang kini tersimpan di Museum Sumatera Utara-Medan, yang menggambarkan aksi penyerbuan barisan pemuda dan laskar laskar rakyat yang tergabung dalam BKPI me Siantar Hotel untuk menyerang KNIL yang tergabung dalam pasukan NICA tersebut.

Sebuah cerita legenda yang menyebut ada terowongan bawah tanah di Siantar Hotel yang memanjang sampai Pabrik Es masih menjadi misteri.

Baca juga: Legenda Lau Kawar, Kisah Kesalahpahaman Yang Berujung Petaka

Kendati misteri, sebagian masyarakat Siantar mempercayai kebenarannya.

Jalatua mengatakan, terowongan yang disebut-sebut itu, sudah pernah diteliti oleh Badan Arkeolog.

Baca juga: HUJAN DERAS Guyur Kota Medan, 2 Rumah Roboh Akibat Erosi Sungai di Kecamatan Medan Maimun

Ia memperkirakan penelitian itu terjadi tahun 2003. Namun terowongan itu tak terbukti keberadaannya.

"Sekitar tahun 2003, saat saya masih wartawan itu sudah sempat diteliti oleh arkeolog atas usulan Pemko Pematangsiantar. Tapi memang nggak ada terowongan itu," ujarnya seraya tersenyum.

(Alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
177 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved