Tribun Medan Wiki

5 Buku Sejarah Terlaris di Gramedia, Bisa Jadi Rekomendasi Bacaan di Rumah

Ada 5 buku sejarah terlaris yang bisa menjadi rekomendasi bacaan terutama bagi Anda yang suka membaca buku sejarah.

Editor: ayu prasandi
TRIBUN MEDAN/ANGEL
Salah satu buku sejarah terlaris di Gramedia Gajah Mada Medan 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Membaca buku menjadi salah satu aktivitas yang bisa dilakukan terutama di masa pandemi yang mewajibkan untuk berkegiatan di rumah saja. 

www.tribun-medan.com merangkum ada 5 buku sejarah terlaris yang bisa menjadi rekomendasi bacaan terutama bagi Anda yang suka membaca buku sejarah.

Kelima buku sejarah yang banyak diminati pengunjung Gramedia Gajah Mada Medan antara lain : 

Baca juga: Meriam Puntung, Peninggalan Sejarah Legenda Putri Hijau Yang Sampai Ke Karo

1. Taipan : Di Bawah Bayang - Bayang Papi karya William Yang.

Deskripsi : Ini kisah James King, putra Constantine King. Sebuah kisah tentang si anak manja.

Tentang cintanya yang terlarang. Tentang ambisinya yang menggebu. Tentang pembuktian dirinya demi menepis bayangan papinya hingga rela masuk ke dunia mafia keuangan internasional.

Tentang menjual negaranya demi sekeping ambisi. Dan tentang kejatuhan dari puncak tertinggi.

Namun bangkit lagi dari keterpurukan.

Buku ini adalah Sekuel Taipan - Lahirnya Para Konglomerat.

Kita saksikan anak - anak Taipan mendapat pendidikan yang baik di Barat sekaligus menanggung tekanan untuk dapat lepas dari bayangan orang tua mereka.

Apa saja mereka lakukan untuk membuktikan mereka mampu lepas dari nama besar sang Papi, termasuk menjual negara demi ambisi mereka.

Buku ini dibandrol dengan harga Rp 181.500. 

Baca juga: Siantar Hotel, Bangunan Sejarah dan Miliki Cerita Misteri Terowongan yang Belum Terungkap

2. Sapiens : Riwayat Singkat Umat Manusia karya Yuval Noah Harari

Deskripsi : Selama dua setengah juta tahun, berbagai spesies manusia hidup dan punah di Bumi. Sampai akhirnya tersisa satu, yakni Homo Sapiens.

Manusia bijaksana, sejak seratus ribu tahun lalu. Namun spesies ini bisa menyebar ke seluruh dunia dan beranak pinak hingga berjumlah 7 miliar.

Kini itu menjadi kekuatan alam yang dapat mengubah kondisi planet. Apa penyebabnya? 

Sapiens membahas sisi yang tak banyak diungkit buku sejarah atau evolusi manusia lain: bagaimana manusia berangkat dari sekadar satu spesies hewan menjadi makhluk peradaban.

Melalui tiga revolusi, yakni kognitif, pertanian, dan sains.

Telusuri peran bahasa, pertanian, sampai gosip dan fiksi dalam kesuksesan manusia, juga arti kebahagiaan manusia dan ujung riwayat spesies kita.

Dibandrol dengan harga Rp 120.500.

Baca juga: Jejak Kesaktian Datu Parulas Parultop di Pulau Samosir

3. Homo Deus : Masa Depan Umat Manusia karya Yuval Noah Harari

Deskripsi : Pada masa lalu, manusia menaklukkan dunia berkat kamampuan uniknya untuk percaya pada mitos - mitos kolektif tentang dewa, uang, kesetaraan, dan kebebasan.

Dalam buku Homo Deus, Prof Harari menelaah ke masa depan dan mengeksplorasi bagaimana kekuatan global bergeser.

Kekuatan utama evolusi-seleksi alam-digantikan teknologi baru tingkat dewa, seperti kecerdasan bantuan dan rekayasa genetika. Inilah era Homo Deus. 

Memadukan sains, sejarah, filsafat, dan cabang ilmu lainnya menuju visi masa depan yang awalnya tak dapat dipahami tali kemudian terbantahkan. 

Manusia akan kehilangan tak cuma dominasinya atas dunia, tapi juga semuanya. Manusia akan tergantikan oleh mesin atas nama kebebasan dan individualisme. Mitos humanis akan dibuang bak kaset lama yang usang. 

Maka muncul pertanyaan fundamental : kemana kita pergi dari sini? Takdir baru apa yang kita jalani? Proyek apa yang akan kita lakukan. Bagaimana melindungi planet rapuh ini dan umat manusianya dari kekuatan destruktif kita sendiri? 

Dibandrol dengan harga Rp 121.500. 

Baca juga: 5 Bangunan Tua di Medan, Jadi Saksi Sejarah Perjalanan Terbentuknya Kota Medan

4. Perang Korea karya Michael Wicaksono

Deskripsi : tak dipungkiri bahwa budaya populer Korea sudah menjangkiti generasi milenial di seluruh dunia.

Anak-anak muda menjadikan drama dan musik Korea Selatan sebagai hiburan harian.

Tetapi tidak banyak yang tahu mengapa Korea terbagi menjadi Utara dan Selatan. 

Perang berakar jauh di pergantian abad ke 19 pemuda abad berikutnya.

Ketika Korea yang berada di bawah dominasi kekaisaran China mulai beralih ke Jepang yang sedang bangkit. 

Jepang masuk ke perang dunia ke II setelah menginvasi China pada 1973 dan menyerang Pearl Harbour lada 1942. 

Segala sumber seluruh Korea pun dikerahkan untuk mendukung Jepang di seluruh Asia Timur dan Pasifik. 

Sampai saat ini proses reunifikasi damai masih terus diupayakan meski banyak keengganan dari kedua pihak. 

Dibandrol dengan harga Rp 85.000

Baca juga: Kisah Dibalik Tradisi Tabur Bunga Kertas Di Masa Cheng Beng, Ini Penjelasan Budayawan

5. Jerusalem The Biography karya Simon Sebag Montefiore

Deskripsi : Yerusalem adalah kita universal, ibu kota dua bangsa, dan tempat suci tiga agama.

Kita warisan berbagai kekaisaran yang saat ini menjadi Medan perang bagi bentrokan peradaban ini dipercayai bakal menjadi tempat penghancur terakhir dunia di Hari Kiamat.

Bagaimana kita kecil tang terpencil ini menjadi kita suci, pusat dunia dan kini menjadi kunci perdamaian di Timur Tengah. 

Dalam buku ini Yerusalem dikisahkan melalui cerita perang, cinta, dan pewahyuan yang melibatkan pria dan wanita raja, ratu, nabi, penyair, orang suci, penakluk, dan pelacur.  

Di dalamnya tertampilkan juga beragam tokoh yang berpengaruh dalam sejah dunia,  Suleiman Al-Qanunin dan Shalahuddin Al-Ayyubi, hingga Cleopatra, Caligula, dan Churchill, dan Ibrahim sampai Yesus dan Muhammad dari Izebel, Nabukadzenar, Herod, dan Nero di zaman kuno hingga Kaiser dan lainnya.  

Dibandrol dengan harga Rp 219.000.

(Cr9/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
183 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved