Tribun Medan Wiki

Drg Esther Raflesya Bellsayda Sitompul, Berniat Jadi Lurah Demi Bantu Masyarakat

Pelayanan ke masyarakat, baginya membutuhkan persiapan, sikap kemandirian. Sejak dulu, ia telah mengajari anak-anaknya.

Editor: ayu prasandi
TRIBUN MEDAN/MAURITS
Drg Esther Raflesya Bellsayda Sitompul 

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE - "Berguna bagi orang lain semasa hidup adalah sebuah kenikmatan bagiku. Inilah yang membuatku miliki mimpi jadi seorang lurah," ujar Drg Esther Raflesya Bellsayda Sitompul saat berbagi cerita dengan Tribunmedan.id pada Sabtu (3/4/2021).

Dokter cantik ini telah lama menggeluti sebagai pelayanan kesehatan di bidang gigi di Puskesmas Simalingkar, Medan ingin memperlihatkan totalitasnya bagi masyarakat.

Baca juga: Fion Kamil, Penyuka Tantangan Dalam Perjalanan dan Penikmat Alam Indonesia

Niat menjadi lurah itu malah dilihat orang sekitarnya karena ia proaktif melayani masyarakat sekitar.

"Sebenarnya dari dulu niatku melayani orang sekitar sudah tertanam sejak anak-anak. Menjadi dokter gigi juga sudah menjadi satu cara untuk melayani banyak orang," ungkapnya.

Dokter gigi lulusan Tahun 2004 dari Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU) ini bertutur bahwa ia sangat gembira manakala pasiennya dengan terbuka menuturkan keluhan tanpa sungkan demi kesembuhan.

"Maka, dalam pekerjaan aku tak marah kalau diganggu walau jam istirahat. Malah, aku senang kalau pasien tidak sungkan menelponku," sambungnya.

Ibu dari tiga anak ini mengisahkan bahwa ia sering melihat pasien yang tergolong sederhana bahkan prasejahtera mendapatkan kesulitan dalam mengurus BPJS padahal sangat butuh  pelayanan kesehatan dengan cepat.

"Sering itu kulihat bahwa banyak orang sangat membutuhkan tidak mudah mengurus BPJS sementara banyak orang yang lebih mampu lebih cepat mengurus BPJS itu. Ini sebuah keprihatinan bagiku," sambungnya.

Baca juga: Makanan Khas Suku Karo Yang Unik dan Ekstrim

Perempuan kelahiran tanggal 3 Mei 1979 ini berharap dirinya lebih banyak berbuat baik bagi orang sekitarnya. Memang dunia kesehatan telah menjawab sebagian dari kerinduannya melayani banyak orang.

Namun, dengan mendegar dan membaca bahwa Wali Kota Medan Bobby Nasution yang inginkan lurah yang siap 24 jam melayani masyarakat, seakan mimpinya menjadi lurah terjawab.

"Aku ingin bersama dengan masyarakat, melayani mereka selama 24 jam. Itulah yang kuimpikan saat ini. Rasanya, ada kebanggan dan kegembiraan bila mampu membantu banyak orang," harapnya.

Kenyataan di tengah masyarakat yang menarasikan bahwa pelayanan kerap tidak tepat sasaran secara khusus, ia ingin membantu banyak orang dengan caranya sendiri. Menjadi lurah adalah sebuah jawaban nantinya, bila sudah terwujud.

Dokter yang sudah bolak-balik periksa kesehatan gigi masyarakat sekitar selama 9 tahun di Puskesmas Simalingkar ini mendapatkan teladan pelayanan dari ayahnya sendiri.

"Ayahku yang mengajarkanku perihal pelayanan. Dulu, ia banyak sekali membantu orang, bahkan ia sepertinya dibodohin gara-gara terlalu baik. Namun, ia tetap gembira kok," ungkapnya.

Baca juga: Dibalik Sejarah Sigale-gale yang Mendunia, Ada Tokoh-tokoh yang Terlupakan

Baginya meraih mimpi menjadi lurah itu lebih dari segalanya, sebab ia sudah miliki gambaran bahwa menjadi lurah dengan tetap berpihak kepada masyarakat akan mendapatkan pahala yang banyak dari Sng Khalik.

Pelayanan ke masyarakat, baginya membutuhkan persiapan, sikap kemandirian. Sejak dulu, ia telah mengajari anak-anaknya.

Artinya, ia telah bersiap total melayani masyarakat bilamana mimpinya jadi lurah terkabul.

(cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
170 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved