Tribun Medan Wiki

Mejan, Peninggalan Leluhur Milik Suku Pakpak, Ada Unsur Kekuatan Spiritual

Mejan disebut berfungsi sebagai benteng pertahanan. Sebab masyarakat Pakpak Bharat percaya bahwa Mejan dihuni oleh kekuatan spiritual.

Editor: ayu prasandi
HO
Mejan peninggalan sejarah 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pakpak Bharat merupakan salah satu kabupaten yang ada di Sumatera Utara.

Jarak Kabupaten Pakpak Bharat dari ibukota Sumut atau Kota Medan hampir sejauh 200 kilometer.

Sebagian besar penduduknya bersuku Pakpak.

Dan Mejan merupakan salah satu peninggalan bersejarah milik leluhur masyarakat Pakpak.

Mejan peninggalan leluhur suku Pakpak, paling umum ditemui berbentuk patung manusia menunggangi gajah yang terbuat dari batu.

Di Ulu Merah, Kecamatan Sitellu Tali Urang Jahe, Kabupaten Pakpak Bharat terdapat lokasi penyimpanan Mejan

Terletak di perladangan warga dan jauh dari permukiman penduduk, Mejan ditempatkan dalam sebuah bangunan semi permanen berukuran 2 x 3 meter.

Mejan agar dapat dilihat dari luar bangunan, maka di sekelilingnya dipasangi jerjak kawat.

Terdapat pintu yang digembok menggunakan besi di bangunan tersebut.

Seorang tetua adat, Tamen Berutu merupakan penjaga kunci Mejan di lokasi tersebut.

Ia mengaku sejak tahun 1993 sudah menjadi penjaga Mejan di Ulu Merah.

Ketika itu, saat pesta adat marga, ada kesepakatan dirinya diamanahkan untuk merawat dan menjaga Mejan marga Berutu.

Baca juga: Dibalik Sejarah Sigale-gale yang Mendunia, Ada Tokoh-tokoh yang Terlupakan

Pesta adat marga Berutu biasa digelar dalam kurun lima tahun sekali.

Tamen mengungkapkan bahwa Mejan merupakan pujaan sekaligus simbol kedigdayaan suku Pakpak.

Sebagai bukti kehebatan nenek moyang yang telah mewariskan marga-marga bagi masyarakat Pakpak.

Menurutnya, tak sembarang orang mampu membuat Mejan.

Hanya marga tertentu yang memiliki sejarah kerajaan yang dapat menciptakannya.

Sehingga bila di suatu daerah di Pakpak Bharat ada terdapat Mejan, maka wilayah tersebut dahulunya terdapat kerajaan.

"Jadi tidak semua orang atau setiap kampung punya Mejan. Proses pembuatanya tidak mudah dan memakan biaya besar. Harus memang marga yang punya kerajaan baru lah bisa membuatnya," ungkap Tamen.

Baca juga: Aek Sipitu Dai, Keajaiban di Lereng Pusuk Buhit

Mejan disebut berfungsi sebagai benteng pertahanan.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
166 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved