Tribun Medan Wiki

Kisah Letjen Djamin Ginting, Komandan Perang Gigih dari Tanah Karo

Djamin Ginting Lahir di Desa Suka, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo, Sumatera Utara pada 12 Januari 1921.

Editor: ayu prasandi
TRIBUN MEDAN/ANGEL
Letjen Djamin Ginting 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Letnan Jenderal (Letjen) Djamin Ginting merupakan tokoh pejuang kemerdekaan di tanah Sumatera.

Putra terbaik bangsa dari suku Karo, Sumatera Utara ini memiliki peran besar dalam membantu perjuangan bangsa dari penjajahan Belanda.

Djamin Ginting Lahir di Desa Suka, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo, Sumatera Utara pada 12 Januari 1921.

Djamin dilahirkan dari pasangan Lantak Ginting dan Tindang br Tarigan.

Baca juga: 5 Prodi Kuota Terbanyak di USU Saat SBMPTN, Menkumham RI ternyata Lulusan Prodi Ini

Kisah kasih Djamin dan Likas diangkat ke sebuah film Indonesia yang diproduksi oleh Oreima Films dengan judul "3 Nafas Likas" yang dirilis pada 16 Oktober 2014.

Djamin Ginting wafat pada 23 Oktober 1974 di Ottawa, Kanada (Saat menjabat Duta Besar Republik Indonesia), kemudian dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta.

Terdapat tulisan di Museum Pahlawan Nasional Letjen Jamin Ginting, berada di Jalan Desa Suka, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Tertulis "Sayang Bila Dilewatkan"

Ibu Likas Tarigan, Ny. Jamin Gintings, secara berkelakar sering mengatakan :

"Sungguh besar jasanya bambu. Rumah kita dari bambu. Tempat tidur kita tempat tidur bambu. Meja kita meja bambu. Kursi kita kursi bambu.

Bahkan sayuran kitapun dari bambu. Juga untuk berjuang kita pakai tombak dari bambu".

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved