Tribun Medan Wiki

Fion Kamil, Penyuka Tantangan Dalam Perjalanan dan Penikmat Alam Indonesia

Komunitas Landrover diyakininya sebagai cara mendekatkan diri pada alam sekaligus menyapa banyak orang.

Editor: ayu prasandi
TRIBUN MEDAN/MAURITS
Fion Kami 

Dalam waktu dekat, mereka juga akan mengikuti perjalanan sebagai bentuk penghormatan atas usia dua puluh tahun telah berdiri komunitas ini.

Ratusan pemilik Landrover di metropolitan memiliki semangat yang sama, berbagi pengalaman hidup selama perjalanan. 

“Tidak selalu hutan yang kita lalui, dan kita akan lakukan  perjalanan selama 16 hari dalam acara petualangan Sumatera Tribute 1980-2020,” sambungnya. 

Awalnya, acara tersebut berlangsung pada bulan Desember 2020, lalu bergeser ke bulan Februari 2021. Halangan pun terjadi karena pandemi COVID-19.

Dan pada akhirnya, petualangan tersebut berlangsung pada September 2021 mendatang. 

“Kalau masalah kesulitan, ya. Yang namanya problem ya, masalahnya pada kendaraan kita. Misalnya bagaimana kita memanage bahan bakar, kemudian kalau ada kerusakan.

Biasanya kita bawa sparepart walaupun kadang-kadang enggak semua sparepart kita gunakan jadi di beberapa titik, kita harus keluar dulu,” sambungnya. 

Baca juga: Dibalik Sejarah Sigale-gale yang Mendunia, Ada Tokoh-tokoh yang Terlupakan

Dari pengalaman perjalanannya, ia menyampaikan bahwa masyarakat yang ditemui dalam lintasan perjalanan ramah dan bersahaja. Inilah yang membuatnya semakin betah dalam perjalanan.

Dan, ia yakin dengan tujuan yang tulus, alam juga akan bersahabat. 

Pada mobil Landrover tersebut terlihat peralatan perjalanan pun diletakkan, bahan makanan, alat masak dan sparepart kendaraan hingga bahan bakar yang digunakan bila sewaktu-waktu kawasan lintasan tidak memiliki SPBU. 

Persiapan matang untuk melakukan perjalanan diawali dengan adanya pelatihan khusus.

Perjalanan dengan tetap mengutamakan keselamatan ini senantiasa memiliki koordinasi di antara para petualang. 

Sebagai seorang Entertainment Director dalam kelompok petualang tersebut, ia merasa terus belajar walau sudah banyak pengalaman perjalanan.

Sebagai sosok yang dituakan dalam kelompok juga membuatnya semakin banyak belajar mengenal pribadi setiap peserta yang ikut, apalagi memakan waktu yang relatif lama. 

“Indonesia itu ada di garis khatulistiwa dan kita itu berada di range forest, kemudian kita itu punya banyak budaya. Kita punya alam yang luar bisa dan yang paling penting adalah orangnya ramah,” lanjutnya. 

Baca juga: Makanan Khas Suku Karo Yang Unik dan Ekstrim

“Sebelumnya, kita dari Jambi, lalu ke Bukit 12, kita juga memasuki Padang Lawas yang kemudian berlanjut ke kawasan Tarutung.

Dari Tarutung, kita ke kawasan Ajibata ini dan kemudian kita ke kawasan Sidikalang,” pungkasnya.

(cr3/tribun-medan.com). 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
169 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved