Tribun Medan Wiki

Fion Kamil, Penyuka Tantangan Dalam Perjalanan dan Penikmat Alam Indonesia

Komunitas Landrover diyakininya sebagai cara mendekatkan diri pada alam sekaligus menyapa banyak orang.

Editor: ayu prasandi
TRIBUN MEDAN/MAURITS
Fion Kami 

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE – “Tantangan dalam perjalananan adalah sebuah kenikmatan,” begitulah ungkapan seorang lelaki berbadan tegap Fion Kamil kepada Tribunmedan.id saat disambangi di Caldera, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba. 

Ayah dari tiga anak ini ternyata sudah menaruh hati dekat pada alam sejak ia kecil.

Masa kecil yang dihabiskannya di areal perusahaan minyak dan setelah menyelesaikan kuliah pada tahun 1990, niatnya melihat alam secara langsung pun terkabulkan.

Ia bergabung dalam komunitas petualangan mobil Landrover

Komunitas Landrover diyakininya sebagai cara mendekatkan diri pada alam sekaligus menyapa banyak orang.

Setiap daerah lintasan memiliki warna tersendiri.

Setiap daerah memiliki keunikan dan daya tarik tersendiri baginya, yang membuatnya senantiasa bersyukur pada setiap perjalanan. 

Baca juga: 3 Menu Sarapan yang Wajib Dicoba Saat Berkunjung ke Kota Medan, Dijamin Bikin Rindu

Meninggalkan keluarga dan rutinitas sebagai arsitek adalah sebuah pengorbanan demi sebuah nilai yang ia capai, mengenal alam dan sesama selama perjalanan.

Walau sebagai hobby, ia bersama rekannya tidak hanya sebatas melintas dan berlalu begitu saja, namun juga perajalanan tersebut menjadi sebuah kesempatan berbagi cerita dan pengalaman.

Bahkan, bakti sosial juga mereka lakukan. 

Pria kelahiran Kecamatan Rumbai, Pekanbaru tahun 1967 ini menyampaikan dirinya pergi berpetualang bukan sebatas meninggalkan keluarga, ia juga harus mengeluarkan banyak biaya.

Namun, ia yakin bahwa tak ada yang lebih mahal dibanding pengalaman hidup, termasuk uang. 

Berkeliling Indonesia sudah menjadi santapan perjalanan baginya.

Dengan demikian, hadiah sebagai seorang petualang bagi keluarganya adalah berpetualang bersama keluarga dengan Landrover dari Jakarta menuju Titik Nol Kota Sabang, Aceh. 

Perjalanan panjangnya tidak senantiasa melintasi hutan belantara, namun juga jalan umum.

Melintas dengan sejuta tantangan adalah penambah kenikmatan baginya.

Semangat dan kerinduannya mengenal banyak situasi di berbagai daerah, cuaca alam, budaya dan sosial masyarakat. 

Baca juga: Cempedak Asal Sumut, Miliki Banyak Manfaat hingga Tembus Pasar Ekspor

Bukan sebatas mengerti mengendarai, ia juga harus mengerti otomotif.

Hal inilah yang membuatnya selalu mendapatkan solusi dalam perjalanan.

Dengan pengalaman selama 20 tahun, ia juga ternyata memiliki kemampuan merawat mobil Landrover tersebut. 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
169 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved