Tribun Medan Wiki

Tao Sidihoni, Berubah Warna Pertanda Harus Waspada

Setelah melewati beberapa perkampungan, ladang, lalu mendapati tanah lapang dengan savana itu pertanda sudah tiba di area Sidihoni.

Editor: ayu prasandi
TRIBUN MEDAN/ARJUNA
Tao Sidihoni yang ada di Danau Toba 

Salah satunya adalah Mangarsak Lambe.

Tradisi ini dilakukan dengan tabuhan gendang sehari semalam tanpa henti.

Baca juga: Andaliman, Rempah Bercita Rasa Khas Tanah Batak yang Kini Tembus Pasar Jerman

Dalam prakteknya, tradisi ini berarti mengucapkan syukur kepada Yang Kuasa karena sudah melimpahkan hasil panen.

Warga kampung akan serentak membawa hasil bumi dan ternak sebagai persembahan.

Di sekitar Sidihoni, bale-bale didirikan. Untuk tempat sesajian para leluhur.

Termasuk kepada penguasa-penguasa yang mereka yakini sebagai wakil tuhan secara gaib di Alam Sidihoni.

Secara khusus, puji-pujian disampaikan kepada Namboru mereka Sittalahi.

Ama Suranta pun memulai cerita turun temurun yang masih dipercaya oleh masyarakat setempat.

Namboru Sittalahi merupakan saudara perempuan Ompu Tuan Binur yang merupakan leluhur empat marga.

Keempat marga itu antara lain, Simalango, Saing, Simarmata dan Nadeak.

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved