Tribun Medan Wiki

Kulcapi, Alat Musik Tradisional Suku Karo Menyerupai Gitar

Tali senar kulcapi dibuat dari akar enau atau ijuk riman, namun belakangan telah diganti dengan kawat baja atau nylon. 

Editor: ayu prasandi
TRIBUN MEDAN/GITA
Seorang pria memainkan alat musik Kulcapi dalam sebuah acara 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Alat musik Kulcapi tak pernah ketinggalan di setiap momen perayaan suku Karo.

Baik itu pesta pernikahan, pesta tahunan (kerja tahun), gelar kesenian hingga upacara kematian.

Kulcapi adalah alat musik tradisional suku Karo, yang kerap dipakai sebagai pembawa melodi utama. 

Kulcapi memiliki bentuk menyerupai Gitar, namun dengan ukuran yang lebih kecil dan terdiri dari dua senar.

Kulcapi biasanya dimainkan dengan posisi duduk, sementara posisi tangan kanan memangku ujung alat musik sekaligus jari tangan kanan memegang kuis-kuis, yaitu alat petik yang terbuat dari kayu atau kadang-kadang dari tanduk binatang. 

Baca juga: Kampoeng Millennium AgroPark, Satu-satu Sawah yang Berada di Rooftop Mal

Namun, saat ini tidak jarang alat musik tersebut dimainkan dengan posisi berdiri beriringan dengan alat musik lainnya seperti gitar, jimbe, keyboard, dan lainnya.

Kulcapi umumnya terbuat dari kayu keras yang sudah tua dan dibentuk menyerupai gitar.

Seperti kayu ingul, kayu tualang, Kayu Jalutung, serta kayu keras lainnya.

Pada bagian ujung kulcapi dibuat dua lobang, tempat cupingan dan pada bagian perutnya, dibuat bantalan yang juga berfungsi sebagai ganjalan untuk tempat tali.

Dikutip dari web resmi Etnomusikologi Universitas Sumatera Utara (USU) menuturkan, bahwa dahulu, Tali senar kulcapi dibuat dari akar enau atau ijuk riman, namun belakangan telah diganti dengan kawat baja atau nylon. 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved