Tribun Medan Wiki

Tari Lima Serangkai Etnis Karo

Tari Lima Serangkai Etnis Karo memiliki makna dari setiap gerakannya, yang merepresentasikan ajaran

Penulis: Aqmarul Akhyar
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
Tribun-medan/HO
Foto tari tradisional karo, tari lima serangkai, di Karo, Sumatera Utara, Senin 4 Januari 2021 

Laporan Reporter Tribun Medan/Aqmarul Akhyar

TRIBUNMEDANWIKI.com - Tarian adat atau tarian yang berkembang di daerah - daerah Indonesia tentunya, memiliki makna dari setiap gerakannya, yang merepresentasikan ajaran - ajaran norma adat - adatnya.

Satu di antara, tarian tradisional masyarakat Karo di Sumut, yakni Tari Lima Serangkai.

Dikutip dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayanlan, Senin  (4/1/2020), Tari Lima Serangkai merupakan tari tradisional yang biasanya ditampilkan dalam kegiatan Gendang Guro-guro Aron.

Guro-guro Aron berasal dari kata Guro-guro dan Aron. Guro-guro artinya senda gurau atau bermain, sedangkan Aron artinya muda-mudi (usia tidak dibatasi) dalam satu kelompok kerja berbentuk arisan untuk mengerjakan ladang.

Dalam Guro-guro Aron, tari Lima Serangkai merupakan satu tarian yang diiringi lima gendang yaitu gendang morah-morah, gendang perakut, gendang patam-patam sereng, gendang sipajok dan gendang kabangkiung.

Hal ini menghasilkan komposisi pola gerak tari dan gerak tersebut memiliki nilai-nilai estetis dalam penyajiannya.

Keindahan dalam suatu tarian tidak terlepas dari unsur pembentuk, maka unsure pembentuk tarian tersebut adalah Gerak endek (gerak naik turun), Gerak jole (gerak goyang badan), dan Gerak lampir tan (gerak kelentikan jari).

Nah, bagi masyarakat Karo, gerakan tari (landek) selalu berhubungan dengan perlambangan tertentu. Biasanya menceritakan sifat manusia, hubungan dengan individu maupun hubungan dengan kehidupan sosialnya.

Selanjutnya, tari Lima Serangkai ini menceritakan tentang muda mudi yang bertemu dan ertutur (berkenalan) satu dengan yang lainnya, hingga mereka menjalin hubungan dan menuju perkawinan. Tari Lima Serangkai ditarikan oleh sepasang muda mudi. Namun dalam bentuk perkelompok, biasanya tari ini dilakukan 5 pasang muda-mudi.

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved