Rawa Singkil Disebut Pesona Wisata Amazon Kedua di Indonesia

Namun, pulau Sumatra juga memiliki pesona alam wisata yang seksi. Bahkan, konon disebut-sebut sebagai Wisata Amazon kedua di Indonesia, yakni Rawa

Penulis: Aqmarul Akhyar
Editor: Afritria
Tribun-medan/HO
Pesona keindahan Rawa Singkil yang Disebut Pesona Wisata Amazon Kedua di Indonesia, Kabupaten Aceh Singkil, Jumat (9/10/2020)
Tribun-medan/HO
Wisatawan Asing lagi menikmati pesona keindahan Rawa Singkil yang Disebut Pesona Wisata Amazon Kedua di Indonesia, Jumat (9/10/2020).
Tribun-medan/HO
Wisatawan Asing lagi menikmati pesona keindahan Rawa Singkil yang disebut Pesona Wisata Amazon Kedua di Indonesia, Aceh Singkil, Jumat, (9/10/2020)

TRIBUN-MEDAN-WIKI.com – Indonesia kaya dengan pesona wisata alamnya, tak hanya di pulau bali saja sebagai pesona alam wisatawa yang seksi.

Namun, pulau Sumatra juga memiliki pesona alam wisata yang seksi. Bahkan, konon disebut-sebut sebagai Wisata Amazon kedua di Indonesia, yakni Rawa Singkil, yang terletak di Kabupaten Aceh Singkil, Jumat (9/10/2020).

Kabupaten tersebut tak hanya memiliki pesona laut dengan banyaknya pulau-pulau kecil nan indah. Namun, Rawa Singkil juga menjadi sorotan wisata manca negara, yang memiliki bentang rawa kaya akan flora dan fauna unik dan hidup liar di dalam rawa tersebut.

Berdasarkan surat keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 103/MenLHK-II/2015 menyebutkan luas wilayah rawa Singkil seluas 81.338 hektar.

Berbagai jenis hewan seperti, buaya muara, beragam jenis burung termasuk rangkong dan primata endemik ekosistem Leuser. Seperti orangutan Sumatera (Pongo abelii) dan monyet kedih (Presbytis thomasi), yang menjadi satwa penghuni area rawa yang merupakan kawasan margasatwa dengan luas sekitar 82 ribu hektar. Selain itu, rawa Singkil juga merupakan surga bagi tanaman anggrek pensil (vanda hookeriana). Dimana tanaman yang memiliki bunga berwarna ungu ini tumbuh subur menghiasi permukaan rawa.

"Kawasan ini juga dijuluki sebagai sebagai Amazon kedua Indonesia karena keadaan hutan rawa Singkil ini masih asri, alami dan sangat luas, dan di dalam hutan ini ada ribuan burung yang tinggal serta banyak jenis satwa liar lainya," sebut Satiman, seorang pelaku wisata di Aceh singkil

Satiman menjelaskan, keberadaan rawa Singkil yang masih asri tidak hanya menjadi penopang keberlangsungan hidup satwa dan fauna langka didalamnya. Melainkan juga menjadi penyangga kehidupan masyarakat yang tinggal disekitar daerah rawa Singkil.

Tarian Berahoi Melayu

Kekayaan alam yang ada di kawasan rawa Singkil kerap dimanfaatkan sebagai sumber pencaharian masyarakat, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari baik sebagai bahan konsumsi ataupun untuk dijual. Tak hanya itu, seiring berjalanya waktu, eksistensi rawa Singkil kian dikenal berkat keunikan ekosistem yang ada di dalam nya oleh masyarakat luar terutama para wisatawan baik lokal maupum mancanegara.

"Keadaan ini tentu memberi dampak baik terhadap peningkatan ekonomi masyarakat sperti penjualan sembako masyarakat semakin banyak laku serta jasa transportasi juga semakin lancar, dan jasa pemandu lokal juga semakin baik dan bertambah," terang ketua Korwil III DPD HPI Provinsi Aceh tersebut.

Sebagai objek wisata, rawa Singkil memberi pesona dan pengalaman baru yang jarang ditemui wisatawan.Berinteraksi dengan alam menyusui perairan sambil menikmati pemandangan hutan gambut, yang ditumbuhi berbagai jenis bunga, tanaman air lainya, dan menyaksikan kemunculan satwa liar. Hal ini merupakan adalah atraksi menarik yang dapat dinikmati para pengunjung.

Selain itu, hal yang paling ditunggu wisatawan adalah kemunculan orangutan yang kerap menampakkan diri saat tengah mencari makan atau sekedar bermain di ranting ranting pohon. Dibutuhkan waktu sekitar 2 jam dari Kota Singkil untuk sampai ke lokasi ini menggunakan alat transportasi air berupa perahu mesin dengan menyusuri sungai alas Singkil.

"Selama diperjalanan menyusuri sungai alas wisatawan juga akan disuguhi pemandangan alam sungai alas Singkil, dan juga aktivitas masyarakat yang bermukim di daerah aliran sungai alas," ucap Satiman.

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved