Trites

Trites merupakan makanan khas Karo yang unik. Keunikan makanan ini terletak dari bahan dasar makanannya, yang berasal dari bahan dasar utama makanan

Penulis: Aqmarul Akhyar
Editor: Afritria
@visit_karo
Trites, merupakan makanan tradisional khas Karo, Selasa 22 September 2020, 

TRIBUN-MEDAN-WIKI.com – Makanan-makanan tradisional dan khas daerah di Indonesia memang beragam dan unik.

Satu di antaranya, Trites merupakan makanan khas Karo yang unik. Keunikan makanan ini terletak dari bahan dasar makanannya, yang berasal dari bahan dasar utama makanan lembu atau kerbau yang sudah dihaluskan di dalam lambungnya (usus besar).

Namun, makanan tersebut belum dihisap sarinya. Biasanya masyarakat Karo dalam membuat Trites, ketika memotong sapi atau kerbau. Setelah dipotong kemudian diambil makanan yang berada di dalam usus besar Sapi atau kerebau, kemudian dipisahkan ke wadah yang lain.

Menurut tradisi masyarakat Karo, Trites ini merupakan makanan yang begitu lezat. Selain lezat makanan tersebut sangat berkhasiat untuk menjadi obat penyakit perut. Seperti penyakit maag dan melancarkan pencernaan, serta, menambah nafsu makan. Hal ini karena Trites memiliki kandungan tanin yang terdapat di dalam bahan utamanya.

Trites, merupakan makanan tradisional khas Karo, Selasa 22 September 2020.
Trites, merupakan makanan tradisional khas Karo, Selasa 22 September 2020. (@senyumtravelista)

Trites ini biasanya dibuat dengan dicampur potongan-potongan daging. Maka wajar, banyak yang bilang Trites ini tampilannya sepintas terlihat seperti soto Makassar. Untuk tambahan bahan-bahan Trites ini terdiri dari, santan kelapa, daun jeruk purut, cabai, bawang putih, bawang merah, kunyit, asam patikala dan sedikit garam.

Namun, untuk cara membuatnya bahan Trites ditambah sedikit air, lalu dipersa sebanyak dua kali. Karena, hanya airnya saja yang dipakai dan ampasnya dibuang. Lalu, air perasan dari Trites tadi disaring dengan kain kasa yang berseih, selanjutnya dimasukkan kedalam wadah dan dimasak. Biasanya secara tradisi Karo, masak air perasan Trites di periok yang terbuat dari tanah.

Orangutan Sumatera

Kemudian, diamasak dengan api sedang,  lalu air tersebut dicampur dengan cincangan daging sapi atau usus sapi. Seterusnya, dimasukan bahan bahan seprti daun jeruk purut, cabai, bawang putih, bawang merah, kunyit, asam patikala dan sedikit garam. Setelah dibiarkan beberapa saat, baru lah dituang santan kelapa.

Memang, memasak Trites ini membutuhkan waktu yang sangat lama, dan saat memasak makanan tersebut aromanya sangat menggugah selerah. Jadi, wajar sebagian orang Karo sangat selerah bila makan nasi dengan Trites. Selain itu, Trites ini biasanya dihidangkan pada momen-momen tertentu.

Misalnya dalam acara syukuran panen raya masyarakat Karo, atau sering disebut dengan pesta kerja tahun atau Merdang Merdem. Pesta kerja tahun ini biasanya dilakukan sekali setahun, setelah masyarakat Karo selesai memanen padi. Selain itu, menu ini juga serong dihidangkan pada acara Natal dan Tahun Baru di rumah sebagai makanan utama.

Sumber:

-          Mahaga Perangin-angin merupakan masyarkat bersuku Karo

-          Yudi Tarigan merupakan masyarkat bersuku Karo

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved