Intip Keunikan Masker Motif Batak sebagai Pencegah Virus Corona

Ternyata di pasaran juga banyak ditemui masker-masker dengan bentuk dengan motif-motif yang unik. Satu di antaranya Masker dengan motif Batak,

Penulis: Aqmarul Akhyar
Editor: Afritria
Tribun-medan/ Aqmarul Akhyar
Warga Desa Lumban Suhi Suhi Toruan, Kabupaten Samosir sedang memakai masker motif batak, Senin (15/6/2020)
Tribun-medan/ Aqmarul Akhyar
Warga Desa Lumban Suhi Suhi Toruan, Kabupaten Samosir dalam kegiatan sehari-hari memakai masker motif batak untuk mencegah virus corona, Senin (15/6/2020)
Tribun-medan/ Aqmarul Akhyar
Masker Motif Batak atau Gorga produk di Desa Lumban Suhi Suhi Toruan, Kabupaten Samosir, sebuah karya Ibu Ketua PKK, tella Florensia Hutajulu, Senin (15/6/2020)
Tribun-medan/ Aqmarul Akhyar
Pembagian Masker Motif Batak atau Gorga, oleh perangkat Desa Lumban Suhi Suhi Toruan, Kabupaten Samosir sedang memakai masker motif batak, Senin (15/6/2020)

TRIBUN-MEDAN-WIKI.com - Masa maraknya tentang Pandemi Covid-19 di Indonesia, masker menjadi alat bantu sebagai pencegahan penyebaran virus tersebut.

Hal ini tentunya membuat permintaan masker meningkat di masing-masing daerah yang ada di Indoneisia.

Selain meningkatnya permintaan pasar terkait kebutuhan untuk memiliki masker.

Ternyata di pasaran juga banyak ditemui masker-masker dengan bentuk dengan motif-motif yang unik.

Satu di antaranya Masker dengan motif Batak, yang dapat ditemui di Desa Lumban Suhi Suhi Toruan, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir.

Hampir semua warga desa tersebut menggunakan masker dengan motif batak.

Masker yang diberi nama Masker Motif Batak ini, dikembangkan oleh Ketua Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Desa Lumban Suhi Suhi Toruan, Kabupaten Samosir, Stella Florensia Hutajulu. Selain sebagai ketua PKK, Stella juga sebagai pemilik usaha Tenun Ulos Batak Toba.

Hal ini dilakukannya, karena selama Pandemi Covid-19, Ia belum pernah melihat orang-orang di Provinsi Sumut, terutama masyarakat Batak Toba memakai masker motif Gorga Batak, atau, motif Toba. Jadi, timbul lah ide untuk memulai mengembangkan masker Motif Batak, sekalian melestarikan budaya Batak Toba.

Ia mengaku, memakai masker dengan identitas sendiri seperti motif suku sendiri, pastinya lebih keren dan bernilai. Jadi, di masa Pandemi Covid-19 pun, jangan pernah berhenti untuk melestarikan budaya sendiri. Stella menjelaskan bahwa awal ide membuat masker motif Batak adalah Kepala Desa Lumban Suhi Suhi Toruan, Kabupaten Samosir, Raja Sondang Simarmata.

Namun, yang eksekusi ide tersebut secara langsung ialah Stella, yang tak lain istri kepala desa tersebut. Hal ini dieksekusi karena motif batik Toba sangat keren, dan unik. Lalau, adapun motif yang ada di masker tersebut, ialah Motif Gorga. Motif yang menggambarkan identitas masyatakat Batak di Sumut.

Rumah Lezat yang Populer dengan Nasi Merahnya di Medan

Tentunya, ini bukan hanya sekedar melestarikan budaya Batak saja, melalui masker motif Batak. Akan tetapi, membangun rasa bangga masyarakat Batak terhadap budayanya. Seperti yang diketahui, motif utama dalam adat Toba adalah motif Gorga.

Motif ini melambangkan filosofi hidup orang Batak. Banyak jenis motif gorga contohnya Singa Gorga, yang melambangkan kekuatan dan wibawa.

Lalu, warna Batak juga identik dengan merah ( keberanian), hitam ( kepemimpinan) dan putih ( kesucian).

Akan tetapi dalam pembuatan produk masker tersebut, beberapa warna ditambahkan agar lebih menarik. Selanjutnya, ada pun tujuan utama membuat masker, ialah untuk tindakan pencegahan selama masa Pandemi Covid-19. Lalu, agar masker Toba semakin dikenal sampai manca negara.

Sampai saat ini, masker tersebut, sudah banyak yang memesan dari luar kota. Seperti, Jakarta, Bekasi, Medan, Bogor.

Selain masker motif Batak ini merupakan usaha Stella.

Lavender The Purple, Kafe Pertama yang Usung Konsep Lavender di Medan

Namun, Stella sebagai Ibu Kepala Desa dan Ketua PKK di desa tersebut. Ia juga mengedukasi warganya, terutama ibu-ibu PKK.

Hingga saat ini, pembuatan masker bermotif Batak, sudah mulai dikerjakan juga oleh PKK desa. Hal ini semata untuk menambah pemasukan PKK dan desa di kemudian hari. Selain itu, 1500 masker motif Batak ini juga sudah dibagikan oleh pihak perangkat desa secara gratis, kepada warga desa tersebut.

Bahkan, setiap kepala keluarga diberikan 2-3 masker motif Batak. Sebenarnya, ada 2000 masker yang akan dibagikan kepada warga desa. Namun kekurangannya, lagi tahap pengerjaan oleh pihak PKK desa.

Bahan Masker Motif Batak

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
97 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved