Faisal Riza

Faisal Riza, seorang yang memiliki cita-cita ingin menjadi pesepakbola di masa kecilnya. Tak pernah sedikit Ia terpikir ingin menjadi seorang dosen

Penulis: Aqmarul Akhyar
Editor: Afritria
Tribun-medan/ Aqmarul Akhyar
Faisal Riza, Penulis Buku Aktivisme Islam Kaum Urban dan Dosen UIN Sumatera Utara, Minggu (14/6/2020) 

TRIBUN-MEDAN-WIKI.com - Faisal Riza, seorang yang memiliki cita-cita ingin menjadi pesepakbola di masa kecilnya. Tak pernah sedikit Ia terpikir ingin menjadi seorang dosen dan melahirkan banyak karya tulis.

Baik itu artikel, journal maupun sebuah buku. Beryukur bisa menjalani hidup dan sehat jasmani serta rohani, Itu sudah cukup baginya saat itu.

Karena, Ia bukan dibesarkan di kalangan keluarga yang kaya raya. Melainkan, di keluarga yang sederhana, dan agamais, Minggu (14/6/2020).

Jadi sangat wajar, saat ini ia berkarier di satu univeristas agama Islam di Medan, yaitu Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.

Pada mulanya kedua orang tua menyuruhnya untuk menjadi guru agama, tetapi Ia lebih suka dengan dunia Politik. Hal ini karena terinspirasi oleh Bapak Amien Rais, saat ketika Ia melanjutkan sekolah SMA Pesantren di Mualimin Muhammadiyah 1997, Klaten Jawa Tengah.

Buku Aktivisme Islam Kaum Urban karya Dosen UIN Sumatera Utara, Faisal Riza Minggu (14/6/2020)
Buku Aktivisme Islam Kaum Urban karya Dosen UIN Sumatera Utara, Faisal Riza Minggu (14/6/2020) (Tribun-medan/ Aqmarul Akhyar)

Kemudian, pada akhirnya Ia melanjutkan studi S1 di PAI Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 2000. Kemudian, S2 Pemikiran Islam Program Pascasarjana IAIN Sumatera Utara 2009.

Sekarang, Ia masih dalam proses penyelesaian program doktoral di Prodi Aqidah Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam UIN Sumatera Utara. Bahkan saat ini, baru saja melahirkan karya udah banyak melahirkan karya tulisan berbentuk buku bertajuk Aktivisme Islam Kaum Urban.

Alasannya menulis buku bertajuk Aktivisme Islam Kaum Urban, karena melihat kondisi negara saat ini.

Buku ini bercerita terkait kaum menengah muslim di perkotaan dalam hidup urban. Hidup urban menurutnya, merupakan hidup modern di kota yang sekuler. Dimana, hidup agama itu di desa. Urbanisme Jadi hidup urbanisme sebenarnya hanya memikirkan kepentingan politiknya dan ekonominya. Jadi, orang tak mempunyai konsep agamanisme dalam kehidupan urbanisme.

Akan tetapi fenomenanya sekarang, Urban Muslim itu memiliki kepentingan agama. Jadi, selain kepentingan politik, kepentingan ekonomi dan juga kepentingan agama. Bagaimana menegosiasikan nilai-nilai agama pada ruang kota yang sekuler atau modern.

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved