Tip Top Jadi Tempat Kuliner Legendaris di Kota Medan

Tip Top merupakan tempat kuliner legendaris di Kota Medan. Di usianya 91 tahun, Tip Top masih saja eksis di kota tersebut. Hal ini juga faktor dari

Penulis: Aqmarul Akhyar
Editor: Afritria
Tribun-medan/ Aqmarul Akhyar
Pemilik Restoran Tip Top, Didrikus Kelana, lagi berswafoto di depan restorannya, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Nomor 92, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, Rabu (22/1/2020)

TRIBUN-MEDAN-WIKI.com -Tip Top merupakan tempat kuliner legendaris di Kota Medan.

Di usianya  91 tahun, Tip Top masih saja eksis di kota tersebut.  

Hal ini juga faktor dari arti namanya, yaitu Tip Top artinya sempurna dalam bahasa Inggris, Rabu (22/1/2020)

Meskipun, usia restorannya sudah hampir memasuki  satu abad, Tip Top masih konsisten untuk mempertahankan menu andalannya  dari tahun 1929 sampai saat ini.

Menu tersebut merupakan Roti Moorkop dan Ice Cream Moorkop, Carmen, serta Ystaart.

Kesawan Square Medan

Ice cream tersebut pun masih memakai bahan dasar yang sama yaitu slagroom (sekarang dikenal dengan whip cream atau red), bahan terbuat dari susu murni dan tanpa pengawet.

Pengunjung Lagi Menikmati Hidangan Makanan Restoran Tip Top, di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Nomor 92, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, Rabu (22/1/2020)
Pengunjung Lagi Menikmati Hidangan Makanan Restoran Tip Top, di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Nomor 92, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, Rabu (22/1/2020) (Tribun-medan/ Aqmarul Akhyar)

Pengelolah Tip Top, Didrikus Kelana, menjelaskan bahwa Ia masih mempertahankan alat-alat masaknya.

“Tungku kayu buatan  tahun 1934 pun masih digunakan Tip Top,  untuk membuat Roti Moorkop. Begitu juga mesin pembuatan ice cream yang dari tahun 1934, masih dipakai sampai saat ini,” ucapnya.

Tak hanya itu saja, cara membuat ice cream-nya pun  masih tetap sama, seperti yang dahlu.

Didrikus yang sering dipanggil Kus menjelaskan, sejarah awal  berdirinya Tip Top di Kota Medan pada tahun 1929, di Jalan Pandu.

Pada  saat itu namanya bukan Tip Top, melainkan Jangkie, yang merupakan nama pendirinya sendiri.

Namun, pada  saat itu Jangkie membuka toko di kawasan Jalan Pandu, Ia hanya menjual bakery.

Akan tetapi, pada tahun 1934 Jungkie pindah ke Jalan Kesawan,  namanya pun diganti Jungkie menjadi Tip Top.

Setelah pindah, Jungkie pun tidak hanya menjual bakery, tetapi Jungkie menambah menu western food, chinese food dan Indonesian food serta Homed Ice Cream.

Monumen Djaga Sembiring Depari

“Menu Tip Top  pun makin banyak,  da Beef Steak lidah, Beef Omellate, Bitterballen, Pancake. Seperti itu kalau untuk Western. Bahkan  termasuk juga Chines Food, ” katanya.

Selain itu, Kus juga bercerita bangunan Tip Top sebelum ditempati oleh Junkie, ternyata bangunannya sudah ada sejak tahun 1920.

Bangunan tersebut dipakai oleh Kongsi Pedagang Cina.

Dan, sampai saat ini bangunan Tip Top di diding paling depan masih asli, begitu pun dengan lantainya juga masih asli.

Selanjutnya, pada tahun 1942 saat masa pejajahan Jepang, nama Tip Top kembali lagi semula menjadi Jungkie.

Pemilik Restoran Tip Top, Didrikus Kelana, lagi berswafoto di depan restorannya, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Nomor 92, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, Rabu (22/1/2020)
Pemilik Restoran Tip Top, Didrikus Kelana, lagi berswafoto di depan restorannya, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Nomor 92, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, Rabu (22/1/2020) (Tribun-medan/ Aqmarul Akhyar)

Hal ini terjadi karena pada massa itu, tidak diperbolehkan memakai tulisan bahasa Inggris.

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
75 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved