Taman Buaya Asam Kumbang

Taman Buaya Asam Kumbang merupakan distenasi tempat wisata yang unik di Kota Medan. Sebab, di tempat tersebut para wisatawan dapat melihat hewan

Tribun-medan/ Aqmarul Akhyar
Para wisatawan lagi melihat Buaya makan bebek di Taman Buaya Asam Kumbang, Jalan Bunga Raya Kecamatan Medan Selayang No.59 Desa Asam Kumbang, lima kilometer dari pusat Kota Medan, Rabu (22/1/2020) 

Kemudian jadilah Taman Buaya Asam Kumbang sampai saat ini.

Namun, saat ini Taman Buaya Asam Kumbang telah dikelolah oleh sang Istri Lo Tham Muk.

Museum Perkebunan Indonesia

Tempat tersebut setiap hari beroperasional pada pukul 09.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB.

Bagi anda yang ingin menikmati Taman Buaya Asam Kumbang, hanya mengeluarkan uang sebesar Rp 3000 sebagi tiket masuk tempat tersebut.

Tak hanya buaya saja tetapi di dalam Taman Buaya tersebut, para wisatawan dapat melihat Ular Piton sepanjang 6 meter. Kemudian para wisatawan dapat memberi makanan buaya dengan membeli bebek perekor seharga Rp 35.000.

Selanjutnya, di Taman Buaya Asam Kumbang pada saat musim liburan, pihak pawang akan mengeluarkan buayanya. Agar para wisatawan dapat berswafoto pada buaya tersebut dan duduk di atas buaya tersebut.

Di Taman Asam Kumbang terdapat beberapa kolam.

Buaya menunggu makanan yang akan diberikan oleh Wisatawan, di Taman Buaya Asam Kumbang, Jalan Bunga Raya Kecamatan Medan Selayang No.59 Desa Asam Kumbang, lima kilometer dari pusat Kota Medan, Rabu (22/1/2020)
Buaya menunggu makanan yang akan diberikan oleh Wisatawan, di Taman Buaya Asam Kumbang, Jalan Bunga Raya Kecamatan Medan Selayang No.59 Desa Asam Kumbang, lima kilometer dari pusat Kota Medan, Rabu (22/1/2020) (Tribun-medan/ Aqmarul Akhyar)

Ada tempat kolam sebagai pembesaran buaya dan ada juga tempat buaya berkembangbiak atau tempat produksi.

Selanjutnya, kolam buaya yang ada di Taman Buaya Asam Kumbang, merupakan kolam buatan.

Kolam yang di bentengi tembok, serta pagar besi, hal ini agar sebagai pembatas keamanan untuk para wisatawan, agar melihat buya berenang dan bermain serta lagi makan di bali tembok dan pagar besi. 

Sumber : 

Bapak Jemari sebagainya Pawang Buaya

(Tribun-medan-Wiki.com/Aqmarul Akhyar)

Ikuti kami di
Penulis: Aqmarul Akhyar
Editor: Afritria
Sumber: Tribun Medan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved