Kesawan Square Medan

seorang Sejarawan Kota Medan, Budi Agustono, menjelaskan Kesawan dahulunya merupakan Pecinan atau Kampung Cina (Cinatown dalam bahasa Inggrisnya)

Kesawan Square Medan
Tribun-medan/ Aqmarul Akhyar
Simpang Empat Kesawan Square, yang terletak di Jalan Jend. A. Yani Medan, Kecamatan Medan Barat, Rabu (22/1/2020) 

TRIBUN-MEDAN-WIKI.com – Hampir sebagian kota-kota besar di Indonesia memiliki tempat-tempat bersejarah, baik itu landmark, lokasi jalan dan kawasan di kota tersebut.

Salah satunya, kawasan yang ada di Kota Medan, yaitu Kesawan Square atau Kesawan yang terletak di Jalan Jend. A. Yani Medan, Kecamatan Medan Barat, Rabu (22/1/2020).

Kawasan ini merupakan salah satu kawasan jalan tertua di Kota Medan.

Selain itu, seorang sejarawan Kota Medan, Budi Agustono, menjelaskan Kesawan dahulunya merupakan Pecinan atau Kampung Cina (Cinatown dalam bahasa Inggrisnya) di Medan, yang menjadi pusat aktifitas dagang di Kota Medan dan Sumatera Timur pada masa Kolonialisme.

Monumen Djaga Sembiring Depari

Situasi Kepadatan Kendaran Yang Melintasi Kesawan Square Medan, di Jalan Jend. A. Yani Medan, Kecamatan Medan Barat, Rabu (22/1/2020)
Situasi Kepadatan Kendaran Yang Melintasi Kesawan Square Medan, di Jalan Jend. A. Yani Medan, Kecamatan Medan Barat, Rabu (22/1/2020) (Tribun-medan/ Aqmarul Akhyar)


Hal ini dikarenakan letaknya begitu strategis dan dekat ke jantung kota serta Pelabuhan Belawan.

Tak hanya itu saja, lokasi kawasan tersebut di tengah kota yang menjadi penghubung kegiatan perdagangan modern, dengan kota baru pinggiran yang menjadi lokasi industri perkebunan.

Selanjutnya, Budi Agustono juga mengatakan bahwa peletak dasar pembangunan Kesawan adalah dua Taipan Tionghoa Kolonial, yaitu Tjong Yong Hian, dan, Tjong A Fie, dari negeri tiongkok.

Kedua Taipan inilah yang memulai pembangunan seperti pasar, pertokoan yang menjual kebutuhan hidup, dan peralatan kendaraan di awal abad ke dua puluh.

Kemudian, sejak berdirinya Kesawan, pertokoan pun saling menjual iklan di berbagai surat kabar untuk mendongkrak penjualannya.

Hingga mengalami perkembangan yang pesat di daerah Kesawan tersebut.

Hal ini juga sejalan dengan perkataan pemilik Resto Tip Top yang legendaris di Medan, Didrikus Kelana, menjelaskan dahulunya di Kesawan merupakan pusat tempat para tentara-tentara Eropa singgah untuk berbelanja, terutama di Restoran Tip Top untuk menikmati Es Krim dan Roti.

Didrikus, juga mengatakan bahwa dahulu daerah Kesawan tidak merupakan Jalan yang satu arah menuju ke titik nol Kota Medan.

Melainkan, arah jalannya dari titik nol ke arah Istana Maimun, tetapi tetap satu arah. Lalu Jalan Kesawan ini juga dahulunya sering dilintasi tentara Belanda berbaris.

Selanjutnya, Budi Agustono yang juga merupakan Sejarawan dan Dekan FIB USU, mengatakan bahwa dahulu para imigran didatangkan ke Sumatera Timur atau sekarang disebut Sumatera Utara hanya dimaksud untuk menggerakkan ekonomi perkebunan.

Baik itu di berbagai daerah dan juga termasuk daerah kawasan Kesawan.

Salah satu warga Kota Medan yang tinggal di Kesawan, Rassyid, menjelaskan bahwa dahulu orangtuanya bercerita di zaman neneknya, perumahan yang ada di daerah Kesawan merupakan rumah yang terbuat dari kayu.

Namun, karean berkembangnya teknologi maka terjadi perubahan pada bangunan rumah menjadi bangunan permanen.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Aqmarul Akhyar
Editor: Afritria
Sumber: Tribun Medan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved