Masjid Raya Al Mashun Medan

Masjid Raya Al Mashun, yang dibangun oleh Sulthan Deli Kesembilan, yaitu Sulthan Makhmud AL Rasyid Perkasa Alam. Masjid Raya Al Mashun ini dibangun

Penulis: Aqmarul Akhyar
Editor: Afritria
Tribun-medan/ Aqmarul Akhyar
Masjid Raya Al Mashun di Jalan Sisingamangaraja, Nomor 61, Mesjid, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan, Rabu (15/1/2020) 

Fasilitas

Selanjutnya, Masjid Raya Al Mashun ini dapat menampung lebih kurang 2000 orang.

Fasilitas yang terdapat dalam Masjid Raya Al Mashun seperti Parkir, Taman, Tempat Penitipan Sepatu dan Sandal, Kantor Sekretariat, Penyejuk Udara (AC), Sound System dan Multimedia, Kamar Mandi WC, Tempat Wudhu, dan Sarana Ibadah.

Kemudian, adapun kegiatan-kegiatan yang sering dilakukan pihak pengurus masjid seperti ini, yaitu pemberdayaan zakat, infaq, Shodaqoh dan Wakaf, menyelenggarakan pengajian rutin, menyelenggarakan dakwah Islam dan Tabliq Akbar, menyelenggarakan kegiatan hari besar Islam, menyelenggarakan sholat Jumat, menyelenggarakan ibadah sholat Fardhu.

Lalu, jumlah pengurus Masjid Raya Al Mashun kurang lebih 10 orang dan memiliki Imam Khatib, 33.

Untuk waktu beropersi Masjid Raya Al Mashun, dsri pukul 04.00 WIB sampai pukjl 22.00 WIb. Akan tetapi diacara tertentu buka sampai 24 jam.

Masjid Raya Tebing Tinggi

Rak Besar Dengan penutup Kaca tempat Al Quran Tertua Kota Medan di  Masjid Raya Al Mashun yang terletak di Jalan Sisingamangaraja Nomor 61, Kelurahan Mesjid, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan, Rabu (15/1/2020)
Rak Besar Dengan penutup Kaca tempat Al Quran Tertua Kota Medan di Masjid Raya Al Mashun yang terletak di Jalan Sisingamangaraja Nomor 61, Kelurahan Mesjid, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan, Rabu (15/1/2020) (Tribun-medan/ Aqmarul Akhyar)

Al-quran di Masjid Raya Al Mashun Medan

Ada tiga Al-quran di Masjid Raya Al Mashun yang merupakan Al Quran tertua di Kota Medan dan terbesar di Medan.

Al-quran tersebut terletak di dalam ruangan Masjid Raya Al Mashun Medan, tepatnya di dalam rak besar dengan penutup kaca.

Konon Al-quran tersebut diduga sudah berusia ratusan tahun dan lebih tua usainya daripada Masjid Raya Al Mashun.

Al-quran yang berusia ratusan tahun itu terbuat dari bahan kertas kulit kayu yang ditulis tangan. Anda bisa memberhatikan tulisan Al-quran dari jarak dekat, dan anda bisa memastikannya sendiri bahwa Al-quran tersebut tulisan tangan atau tidak.

Walaupun sudah berusia ratusan tahun dan terletak di rak tersebut, satu di antara Al-quran tersebut masih utuh dengan bacaannya yang masih jelas pula.

Akan tetapi sampai saat ini belum diketahui pasti, tentang asal usul Al-quran tertua tersebut.

Satu di antara Al Quran tertua dan terbesar di Kota Medan yang tereltak di Masjid Raya Al Mashun, Jalan Sisingamangaraja, Nomor 61, Mesjid, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan, Rabu (15/1/2020)
Satu di antara Al Quran tertua dan terbesar di Kota Medan yang tereltak di Masjid Raya Al Mashun, Jalan Sisingamangaraja, Nomor 61, Mesjid, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan, Rabu (15/1/2020) (Tribun-medan/ Aqmarul Akhyar)

Sebab, belum adanya bisa menerjemahkan bahasa mukadimah dari Al Quran tersebut.

Kabarnya, bahasa yang di Al-quran tersebut merupakan bahasa Urdu dan Parsi.

Pihak dari Masjid pun menginginkan apabila ada seorang akreologi atau peneliti yang ingin menerjemahkan dipersilahkan datang.

Akan tetapi, bila sudah diterjemahkan, hasil terjemahaannya diberikan kepada pihak Masjid.

Hal ini dilakukan, agar nantinya dapat memberikan informasi tentang Al-quran tersebut ke masyarakat luas yang datang ke Masjid Raya Al Mashun.

Sumber:

- Muhammad Hamdan sebagai Pengurus Masjid Al Mashun Kota Medan

(TRIBUNNEWSWIKI/Aqmarul Akhyar)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved