Masjid Raya Al Mashun Medan

Masjid Raya Al Mashun, yang dibangun oleh Sulthan Deli Kesembilan, yaitu Sulthan Makhmud AL Rasyid Perkasa Alam. Masjid Raya Al Mashun ini dibangun

Penulis: Aqmarul Akhyar
Editor: Afritria
Tribun-medan/ Aqmarul Akhyar
Masjid Raya Al Mashun di Jalan Sisingamangaraja, Nomor 61, Mesjid, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan, Rabu (15/1/2020) 

Gang-gang ini punya deretan jendela-jendela tak berdaun yang berbentuk lengkungan-lengkungan yang berdiri di atas balok.

Baik beranda dan jendela-jendela lengkung itu mengingatkan disain bangunan kerajaan-kerajaan Islam di Spanyol pada Abad Pertengahan.

Sementara, kubah mesjid mengikuti model Turki, dengan bentuk yang patah-patah bersegi delapan.

Kubah utama dikitari empat kubah lain di atas masing-masing beranda, dengan ukuran yang lebih kecil.

Lalu, di bagian dalam masjid, terdapat delapan pilar utama berdiameter 0,60 m yang menjulang tinggi untuk menyangga kubah utama pada bagian tengah.

Adapun mihrab terbuat dari marmer dengan atap kubah runcing.

Gerbang mesjid ini berbentuk bujur sangkar beratap datar.

Sedangkan menara mesjid berhias paduan antara Mesir, Iran dan Arab.

Kemegahan dan keunikan serta cantiknya arsitektur masjid ini tak terlepas dari bahan-bahan bangunan.

Sebab, sebagian bahan bangunan diimpor dsri luar negeri seperti marmer, untuk dekorasi yang diimpor dari Italia, Jerman, dan kaca patri, yang berasal dari Cina dan lampu gantung langsung dari Prancis.

Masjid Raya Al Mashun ini berlokasi di Jalan Sisingamangaraja, Nomor 61, Mesjid, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan, Rabu (15/1/2020)
Masjid Raya Al Mashun ini berlokasi di Jalan Sisingamangaraja, Nomor 61, Mesjid, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan, Rabu (15/1/2020) (Tribun-medan/ Aqmarul Akhyar)

Halaman selanjutnya

Fasilitas

...

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved