Masjid Raya Al Mashun Medan

Masjid Raya Al Mashun, yang dibangun oleh Sulthan Deli Kesembilan, yaitu Sulthan Makhmud AL Rasyid Perkasa Alam. Masjid Raya Al Mashun ini dibangun

Penulis: Aqmarul Akhyar
Editor: Afritria
Tribun-medan/ Aqmarul Akhyar
Masjid Raya Al Mashun di Jalan Sisingamangaraja, Nomor 61, Mesjid, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan, Rabu (15/1/2020) 

Sang arsitek, JA Tingdeman, merancang Masjid Raya Al Mashun, dengan konsep denah simetris segi delapan, dalam corak bangunan campuran Maroko, Eropa dan Melayu dan Timur Tengah.

Di dalam denah yang persegi delapan, menghasilkan ruang bagian dalam yang unik, dan tidak seperti masjid masjid kebanyakan.

Di keempat penjuru Masjid Al Mashun masing-masing diberi beranda dengan atap tinggi berkubah warna hitam, melengkapi kubah utama di atap bangunan utama masjid.

Masing-masing beranda dilengkapi dengan pintu utama dan tangga hubung antara pelataran dengan lantai utama masjid yang ditinggikan, kecuali bangunan beranda di sisi mihrab.

Ruangan di bangunan masjidnya terbagi tiga yaitu menjadi ruang utama, tempat wudhu, gerbang masuk dan menara. Ruang utama, berfungsi untuk tempat sholat, yang berbentuk segi delapan tidak sama sisi.

Pada sisi berhadapan lebih kecil, terdapat ‘beranda’ serambi kecil yang menempel dan menjorok keluar.

Jendela-jendela yang mengelilingi pintu beranda terbuat dari kayu dengan kaca-kaca patri yang sangat berharga, sisa peninggalan art nouveau periode 1890-1914, yang dipadu dengan kesenian Islam.

Seluruh ornamentasi di dalam mesjid baik di dinding, plafon, tiang-tiang, dan permukaan lengkungan yang kaya dengan hiasan bunga dan tumbuh-tumbuhan.

Di depan masing-masing beranda terdapat tangga.

Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Kemudian, segi delapan tadi, pada bagian luarnya tampil dengan empat gang pada keempat sisinya, yang mengelilingi ruang sholat utama.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved