Masjid Raya Al Mashun Medan

Masjid Raya Al Mashun, yang dibangun oleh Sulthan Deli Kesembilan, yaitu Sulthan Makhmud AL Rasyid Perkasa Alam. Masjid Raya Al Mashun ini dibangun

Masjid Raya Al Mashun Medan
Tribun-medan/ Aqmarul Akhyar
Masjid Raya Al Mashun di Jalan Sisingamangaraja, Nomor 61, Mesjid, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan, Rabu (15/1/2020) 

TRIBUN-MEDAN-WIKI.com - Masjid Raya Al Mashun, yang dibangun oleh Sulthan Deli Kesembilan, yaitu Sulthan Makhmud AL Rasyid Perkasa Alam. Masjid Raya Al Mashun ini dibangun pada tanggal 21 Agustus 1906 (1 Rajab 1324 H).

Keseluruhan pembangunan rampung pada tanggal 10 September 1909 (25 Sya‘ban 1329 H), sekaligus diresmikan pada hari Jumat dan ditandai dengan pelaksanaan salat Jumat pertama di masjid ini, Rabu, (15/11/2019).

Masjid Raya Al Mashun ini berlokasi di Jalan Sisingamangaraja, Nomor 61, Mesjid, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan. Masjid ini memiliki luas tanah 13.200 meter kubik dan bangunan 1. 500 meter kubik. Keseluruhan pembangunannya Masjid Raya ini, menghabiskan dana sebesar satu juta Gulden.

Hal ini memang disengaja oleh Sultan Makhmud Al Rasyid Perkasa Alam, untuk membangun mesjid kerajaan dengan megah. Karena menurut prinsip Sultan Makhmud, membangun masjid lebih utama, ketimbang membangun kemegahan istananya sendiri, yaitu Istana Maimun.

Pendanaan pembangunan masjid ini pun ditanggung sendiri oleh Sultan. Namun, kabarnya Tjong A Fie, tokoh Tionghoa, saudagar kaya di kota medan era Kolonialisme, turut berkontribusi mendanai pembangunan masjid ini.

Ornamen terdapat di di diding Masjid Raya Al Mashun, Jalan Sisingamangaraja, Nomor 61, Mesjid, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan, Rabu (15/1/2020)
Ornamen terdapat di di diding Masjid Raya Al Mashun, Jalan Sisingamangaraja, Nomor 61, Mesjid, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan, Rabu (15/1/2020) (Tribun-medan/ Aqmarul Akhyar)

Arsitektur 

Arsitetur Masjid Raya Al Mashun, awalnya dirancang oleh seorang arsitek dari Belanda, Van Erp.

Dia juga merupakan perancang bangunan Istana Maimun.

Namun, pada saat itu Van Erp, dipanggil ke pulau Jawa oleh pemerintah Hindia Belanda, untuk bergabung dalam proses restorasi candi Borobudur di Jawa Tengah.

Oleh karena itu, JA Tingdeman yang meneruskan proses pengerjaan rancangan arsitek Masjid Raya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Aqmarul Akhyar
Editor: Afritria
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved