Mencicipi Mi Tek-tek Khas Tebing Tinggi yang Punya Cita Rasa Berbeda dengan Mi Tek-tek khas Solo

Bagi Anda yang berkunjung ke Kota Lemang alias Tebing Tinggi, menu wajib yang harus dicicipi selain lemang yaitu Mi Tek-tek.

Tribun-medan/HO/Budi
Tampilan Sajian satu posrsi Mi Tek Tek Bang Budi di Kota Tebing Tinggi, Kamis (21/11/2019) 

TRIBUNMEDANWIKI.COM - Tebing Tinggi merupakan kota yang berada di Provinsi Sumatera Utara dan terkenal dengan sebutan Kota Lemang.

Kota ini juga terkenal dengan berbagai kulinernya, baik itu Lemang, roti kacang, Mi Rebus Soponyono, Martabak India yang legendaris dan Mi tek-tek.

Nah, bagi Anda yang berkunjung ke Kota Lemang, menu wajib yang harus dicicipi selain lemang yaitu Mi Tek-tek.

Satu di antara pedagang Mi Tek-tek, Anto, yang berdagang di simpang Jalan Iskandar Muda, Kota Tebing Tinggi, mengatakan bahwa Mi Tek-tek sudah ada sejak tahun 1973 di kota tersebut.

Bahkan, hampir semua pedagang Mi Tek-tek di Tebing Tinggi, merupakan generasi kedua atau melanjutkan usaha orang tuanya.

Pedagang Mi tek tek, Anto lagi merajang sayur kol sebagai campuran sayur Mi Tek Tek, di Simpang Jalan Iskandar Muda Tebing Tinggi, Kamis (21/11/2019)
Pedagang Mi tek tek, Anto lagi merajang sayur kol sebagai campuran sayur Mi Tek Tek, di Simpang Jalan Iskandar Muda Tebing Tinggi, Kamis (21/11/2019) (Tribun-medan/ Aqmarul Akhyar)

Kemudian, Ia menjelaskan bahwa orang-orang Tebing Tinggi sudah sangat familiar dengan kuliner Mi Tek-tek.

Selain itu, Mi Tek-tek ini juga merupakan makanan khas dari Tebing Tinggi.

Hal ini dikarenakan Mi Tek-tek yang dijual dari kota lain, berbeda dengan Mi Tek-tek di Tebing Tinggi.

"Kalau yang membedakan itu, Mi tek-tek di Tebing Tinggi dari kota lain, karena Mi tek-tek Tebing Tinggi mengunakan bahan dasar Mi lidi, serta rempah-rempah yang sangat gurih aromanya dan menimbulkan wangi bawang dan udang. Sangat memiliki ciri khas lah," ujarnya saat ditemui pada Kamis (21/11/2019).

Anto juga menjelaskan bahwa Mi Tek-tek memilik ciri khas sendiri, seperti jualanya pakai tandu semenjak zaman dahulu dan masaknya menggunakan arang yang dijadikan bara api, lalu dikipas.

Pedagang Mi tek tek, Anto lagi mengipasi bara arang untuk memesak Mi Tek Tek, di Simpang Jalan Iskandar Muda Tebing Tinggi, Kamis (21/11/2019)
Pedagang Mi tek tek, Anto lagi mengipasi bara arang untuk memesak Mi Tek Tek, di Simpang Jalan Iskandar Muda Tebing Tinggi, Kamis (21/11/2019) (Tribun-medan/ Aqmarul Akhyar)

Ciri khas ini masih dipertahankan sampai sekarang, dan itu yang membuat salah satu keunikannya.

Dalam hal ini juga, Ia menjelaskan bahwa Mi Tek-tek awal mulanya berasal dari daerah Solo Jawa Tengah.

Kemudian, ayahnya merantau ke Tebing-Tinggi dan berdagang Mi Tek - tek.

Semakin lama, Mi Tek tek berkembang dan banyak yang menyukai.

Kemudian, jadilah makanan favorit dan khas Tebing-Tinggi.

"Dahulu ayah saya yang jualan, dan hampir rata yang jual Mie Tek-tek di sini berasal dari Solo. Kalau di Tebing Tinggi pedagang Mi Tek-tek berada di dua tempat yaitu di Jalan Teri ada dua orang, yang satu Mas Budi dan untuk di Jalan Iskandar Muda ini ada dua juga, ada saya dan satu lagi di ujung jalan Iskandar depan bioskop lama," katanya.

Anto juga mengatakan bahwa Mi Tek-tek di Tebing Tinggi hampir rata dijual dengan harga Rp 12 ribu per porsi.

Kemudian, biasanya para pedagang Mi tek-tek setiap hari beropersional di waktu Malam hari. 

Bang Anto lagi memasak Mi Tek Tek Khas Tebing Tinggi, di Simpang Jalan Iskandar Muda Tebing Tinggi, Kamis (21/11/2019)
Bang Anto lagi memasak Mi Tek Tek Khas Tebing Tinggi, di Simpang Jalan Iskandar Muda Tebing Tinggi, Kamis (21/11/2019) (Tribun-medan/ Aqmarul Akhyar)

Berdagang dimulai dari pukul 19:00 WIB sampai pukul 24:00 WIB, hingga sampai pagi dini hari.

Selanjutnya, pengunjung yang membeli Mi Tek-tek ada dari dalam kota maupun luar kota.

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
66 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved