Pecel Mak Hesty Jadi Salah Satu Kuliner Paling Laris di Medan Tembung

Salah satunya pecel yang digemeri sebagian masyarakat Kota Medan ialah “Pecel Mak Hesty”. Tak hanya digemari, Pecel Mak Hesty ini merupakan pecel

Tribun-medan/ Aqmarul Akhyar
Pengunjung lagi antre di Pecal Mak Hesty yang Paling Laris di Medan Tembung, di Jalan Pukat II, Nomor 44 Kota Medan, Rabu (8/1/2020) 

Laporan Reporter Tribun Medan/Aqmarul Akhyar

TRIBUN-MEDAN-WIKI.com – Pecel yang merupakan makanan aneka jenis sayuran yang dilumuri dengan bumbu sambal kacang atau disebut bumbu pecel, sangat digemari sebagian masyarakat Kota Medan.

Walaupun pecel ini merupakan makanan yang populer di daerah pulau Jawa.

Namun, pecel juga khas Kota Medan juga tak kalah nikmatnya dengan pecel khas tanah Jawa, Rabu (8/1/2020).

Salah satunya pecel yang digemeri sebagian masyarakat Kota Medan ialah “Pecel Mak Hesty”.

Tak hanya digemari, Pecel Mak Hesty ini merupakan pecel paling laris di kawasan Medan Tembung. Hal ini terbukti dari ramainya pengunjung yang mengantre membeli pecel setiap hari di warung Pecel Mak Hesty.

Hampir tidak ada berhentinya pegunjung datang untuk membeli Pecel Mak Hesty. Bahkan, bila membeli pece di warung ini harus memiliki kesabaran untuk mengantre dan mendapat giliran untuk membeli.

Masjid Lama Gang Bengkok

Satu Porsi Lontong Pecal Mak Hesty dengan satu cucuk sate jengkol di Jalan Pukat II, Nomor 44 Kota Medan, Rabu (8/1/2020)
Satu Porsi Lontong Pecal Mak Hesty dengan satu cucuk sate jengkol di Jalan Pukat II, Nomor 44 Kota Medan, Rabu (8/1/2020) (Tribun-medan/ Aqmarul Akhyar)

Sebab, pada pukul 11.00 WIB saat warung pecel tersebut buka, pengunjung sudah ramai mengantre.

Selanjutnya, warung Pecel Mak Hesty ini tidak lama-lama bukanya setiap hari, karena cepat habis.

Paling cepat warung Pecel Mak Hesty tutup pada pukul 15.00 WIB.

Namun jika masih banyak stok bahan pecelnya, warung pecel tersebut tutup pada pukul 18.00 WIB.

Warung Pecel Mak Hesty yang terletak di Jalan Pukat II, Nomor 44 Kota Medan ini, baru saja berdiri lima tahun silam.

Namun, kelezatan dari bumbu pecelnya dan sayurannya yang segar membuat pecelnya selalu laris manis.

Pada mulanya pemilik warung Pecel Mak Hesty, Ibu Irmawani merintis menjual pecel dengan berjualan keliling di Kota Medan.

Namun, karena banyaknya permintaan seperti pesanan partai besar dan selalu laris, maka membuka warung sekarang ini yang berukuran kurang lebih 4 x 6 meter.

Taman Alam Lumbini Berastagi

Pengunjung lagi menikmati Satu Porsi Lontong Pecal Mak Hesty di Jalan Pukat II, Nomor 44 Kota Medan, Rabu (8/1/2020)tr
Pengunjung lagi menikmati Satu Porsi Lontong Pecal Mak Hesty di Jalan Pukat II, Nomor 44 Kota Medan, Rabu (8/1/2020)tr (Tribun-medan/ Aqmarul Akhyar)

“Wah dulu merintisnya sangat susah juga ya, berjualan keliling di Kota Medan, sampai ke tanah lapang merdeka Medan. Alhamdulilah semangkin lama semangkin meningkat penjualan, makanya buka warung ini, yang baru berdiri lima tahun,” ujarnya.

Irmawani juga menjelaskan bahwa di saat tahun pertama, sampai di tahun ketiga membuka warung Pecel Mak Hesty, lebih ramai pengunjungnya daripada saat ini. Sebab, pada saat itu warung Pecel Mak Hesty tidak pernah buka sampai pukul 18.00 WIB.

“Kalau dahulu pertama buka pecelnya selalu habis di jam jam 15.00 WIB, lewat dari jam segitu pengunjung sudah tidak kebagian lagi pecelnya, karena sudah habis ludes,” ucapnya.

Selanjutnya, Ia juga menceritakan bahwa saat ini, warung pecalnya setiap hari menjual minimal 500 bungkus pecel.

Kemudian selain pecel, warung Pecel Mak Hesty juga menjual kue-kue zaman dahulu atau sebutannya kue jadul, seperti kue malaka, getuk, ongol-ongol, bakwan, tahu isi, risol, dan kemplang. Kue-kue ini dijual tiga piece dibandrol dengan harga senilai Rp 2000.

Ikuti kami di
KOMENTAR
59 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved