Masjid Lama Gang Bengkok

Masjid Lama Gang Bengkok merupakan masjid tertua kedua dari tiga masjid di Medan setelah Masjid Al-Osmani (1854). Bahkan Masjid Lama Gang Bengkok

Tribun-medan/ Aqmarul Akhyar
Masjid Lama Gang Bengkok, terletak di Jalan Mesjid Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, Sumatera Utara, Kamis (2/1/2020) 

TRIBUN-MEDAN-WIKI.com - Masjid Lama Gang Bengkok, terletak di Jalan Mesjid Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, Sumatera Utara.

Masjid Lama Gang Bengkok merupakan masjid tertua kedua dari tiga masjid di Medan setelah Masjid Al-Osmani (1854).

Bahkan Masjid Lama Gang Bengkok sudah lebih dulu berdiri dari Masjid Raya Al-Mashun (1909).

Masjid Lama Gang Bengkok kurang lebih dibangun pada tahun 1874, dan usianya saat ini sudah 145 tahun.

Taman Alam Lumbini Berastagi

Nama Masjid Lama Gang Bengkok memang dari dahulu nama masjid ini yaitu Masjid Lama Gang Bengkok.

Hal ini karena masjid tersebut terletak di gang yang bentuk bengkok.

Selanjutnya, seluruh pembiayaan pembangunan Masjid Lama Gang Bengkok berasal dari Tjong A. Fie, Seorang tokoh dermawan pemeluk agama Buddha dan pengusaha di masa kolonial Belanda.

Mimbar Kutbah Masjid Lama Gang Bengkok yang sudah ada semenjak berdirinya masjid tersebut, di terletak di Jalan Mesjid Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, Sumatera Utara, Kamis (2/1/2020)
Mimbar Kutbah Masjid Lama Gang Bengkok yang sudah ada semenjak berdirinya masjid tersebut, di terletak di Jalan Mesjid Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, Sumatera Utara, Kamis (2/1/2020) (Tribun-medan/ Aqmarul Akhyar)

Sementara, tanah Masjid Lama Gang Bengkok Merupakan wakaf dari Datuk Muhammad Ali, atau dikenal sebagai Datuk Kesawan.

Setelah dibangun Masjid Lama Gang Bengkok oleh Tjong A. Fie, kemudian diserahkan ke Kesultanan Deli Sultan Deli, Sultan Makmun Ar-Rasyid.

Lalu, diserahkan Sultan Makmun Ar-Rasyid tanggung jawab kepada Syeh Muhammad Yakub, sebagai nazir dan imam Masijd Lama Gang Bengkok. Meskipun, pada masa itu Syeh Muhammad Yakub merupakan penasihat di Kesultanan Deli.

Selanjutnya, Keberadaan Masjid Lama Gang Bengkok merupakan bukti toleransi antar umat beragama di Medan pada saat itu.

Hal ini juga terlihat konsep arsitektur masjid ini.

Ornamen yang melekat pada bangunan masjid ini, diambil dengan konsep arsitektur budaya Melayu. Seperti pintu, jendela, dan warnah catnya, kuning dan hijau sebagaimana waran kebesaran Melayu.

Kemudian, model atap masjid tersebut mengambil konsep arsitektur budaya Tionghoa.

Sementara untuk arsitektur konesp persia terletak di atas pintu yang berbentuk kubah.

Lalu, dengan sentuhan konsep aristektur Eropa terdapat di kubah tempat imam.

Kuil Shri Mariamman

Bangunan Masjid Lama Gang Bengkok ini masih seperti dahulu sampai sekarang.

Hanya saja, ada renovasi pada cat serta lantai dinding yang ditambah keramik.

Bahkan, ada tempat kutbah imam serta tempat muadzin masih bertahan sampai saat ini.

Meskipun, tempat tersebut dibuat saat masjid Lama Gang Bengkok berdiri di Kota Medan.

Ikuti kami di
KOMENTAR
57 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved