Taman Alam Lumbini Berastagi

Berastagi juga memiliki keindahaan arsitektur bangunan replika Pagoda Shwedagon Myanmar yang terbesar kedua di dunia.

Tribun-medan/ Aqmarul Akhyar
Taman Alam Lumbini Berastagi dengan Replika Pagoda Shwedagon terbesar kedua di Dunia, terletak di Desa Tongkoh, Berastagi, Dolat Rakyat, Kabupaten Karo, Sumatera Uatara, Kamis (12 Desember 2019). 

Laporan Reporter Tribun Medan/Aqmarul Akhyar

TRIBUNMEDANWIKI.COM - Tak hanya memiliki indahnya panorama alam gunung Sinabung dan Sibayak, Berastagi juga memiliki keindahaan arsitektur bangunan replika Pagoda Shwedagon Myanmar yang terbesar kedua di dunia.

Keindahaan arsitektur replika Pagoda Shwedagon pun memikat wisatawan untuk berkunjung ke Berastagi.

Selain indah, bangunan Replika Pagoda Shwedagon di Taman Alam Lumbini Berastagi ini sangat megah.

Kemegahan itu terlihat pada bangunan Pagoda yang tinggi dan luas dan bangunan sekitarnya yang diselimuti cat berwarna emas cerah.

Taman Alam Lumbini terletak di Desa Tongkoh, Berastagi, Dolat Rakyat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Tampak dari Luar Pagar Taman Alam Lumbini Berastagi dengan Replika Pagoda Shwedagon terbesar kedua di Dunia, terletak di Desa Tongkoh, Berastagi, Dolat Rakyat, Kabupaten Karo, Sumatera Uatara, Kamis 12 Desember 2019
Tampak dari Luar Pagar Taman Alam Lumbini Berastagi dengan Replika Pagoda Shwedagon terbesar kedua di Dunia, terletak di Desa Tongkoh, Berastagi, Dolat Rakyat, Kabupaten Karo, Sumatera Uatara, Kamis 12 Desember 2019 (Tribun-medan/ Aqmarul Akhyar)

Tak hanya bangunan megah, Taman Alam Lumbini ini juga memiliki lahan yang luas sebesar kurang lebih 4 hektar.

Kemudian, terhampar taman yang indah dengan mengikuti kontur alam Berastagi.

Taman Alam Lumbini atau sering disebut Pagoda sebagian masyarakat Sumut, ini merupakan candi Buddha dan tempat beribadahnya umat Buddha di Sumatera Utara.

Taman ini juga merupakan tempat beribadah semua aliran Buddha.

Jadwal Ibadah

Jadwal ibadah di Taman Alam Lumbini ini, biasanya digelar setiap hari Minggu bagi luar masyarakat Kabupaten Karo.

Namun, untuk umat Buddha yang tinggal di Kabupaten Karo digelar setiap hari Rabu malam dari pukul 20.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB.

Gambaran di dalam Replika Pagoda Shwedagon di Taman Alam Lumbini Berastagi dengan Replika Pagoda Shwedagon terbesar kedua di Dunia, terletak di Desa Tongkoh, Berastagi, Dolat Rakyat, Kabupaten Karo, Sumatera Uatara, Kamis (12 Desember 2019).
Gambaran di dalam Replika Pagoda Shwedagon di Taman Alam Lumbini Berastagi dengan Replika Pagoda Shwedagon terbesar kedua di Dunia, terletak di Desa Tongkoh, Berastagi, Dolat Rakyat, Kabupaten Karo, Sumatera Uatara, Kamis (12 Desember 2019). (Tribun-medan/ Aqmarul Akhyar)

Sejarah Berdirinya Taman Alam Lumbini

Taman Alam Lumbini ini merupakan milik personal yang tak bisa disebutkan namanya.

Latar belakang didirkannya taman tersebut karena sang pemilik mendapatkan ilham dari guru spritualnya untuk mendirikan rumah ibadah tersebut.

Sebelum ada Taman Alam Lumbini ini, ada tempat ibadah yang berukuran kecil yang terletak di kawasan tersebut.

Taman Alam Lumbini ini telah diresmikan dengan upacara besar pada tahun 2010 silam.

Upacara tersebut telah dihadiri oleh lebih dari 1300 Biksu dan lebih dari 200 umat dari manca negara.

Kehadiran 1300 Biksu tersebut membuat Taman Alam Lumbini memecahkan rekor MURI (Museum Rekor Indonesia).

Selain itu Taman ini  meraih rekor MURI dengan kategori Pagoda Tertinggi di Indonesia.

Gulungan Kitab Suci di Pelataran Pagoda Taman Alam Lumbini Berastagi , yang terletak di Desa Tongkoh, Berastagi, Dolat Rakyat, Kabupaten Karo, Sumatera Uatara, Kamis (12 Desember 2019)
Gulungan Kitab Suci di Pelataran Pagoda Taman Alam Lumbini Berastagi , yang terletak di Desa Tongkoh, Berastagi, Dolat Rakyat, Kabupaten Karo, Sumatera Uatara, Kamis (12 Desember 2019) (Tribun-medan/ Aqmarul Akhyar)

Halaman selanjutnya

Akses

...

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
54 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved