Festival Musical Light, Pertunjukan Lampu Menari Pertama di Sumatera Utara

Musical Light merupakan festival Lampu pertama di Sumatera Utara, untuk menyambut datangnya tahun baru dan memerihakan malam tahun baru.

Tribun-medan/ Aqmarul Akhyar
Muda-mudi lagi berswafoto di Wahana Musical Light atau Wahana Lampu Menari Pertama di Sumatera Utara, lapangan pasar raya MNCC (samping masjid Nurul Hidayah), Kota Medan, Selasa (17/12/2019) 

Laporan Reporter Tribun Medan/Aqmaru Akhyar

TRIBUNMEDANWIKI.COM - Musical Light merupakan festival lampu pertama di Sumatera Utara untuk menyambut datangnya tahun baru dan memeriahkan malam tahun baru.

Festival Musical Light ini seperti festival lampu menari pada malam hari, yang ada di luar negeri ketika saat malam tahun baru tiba.

Biasanya festival seperti ini dapat ditemui di objek wisata luar negeri seperti Dubai, Amerika, Eropa, Hongkong dan Perancis, Selasa (17/12/2019).

Namun, kali ini festival lampu menari yang sering ditemui di luar negeri hadir di Kota Medan dari tanggal 14 Desember 2019 sampai 14 Januari 2020.

Musical Light  ini bertempat di lapangan pasar raya MNCC (samping masjid Nurul Hidayah), Kota Medan, dan dimulai dari pukul 19.00 WIB sampai pukul 22.00 WIB.

Tetapi, pada hari libur dan malam tahun baru berlangsung sampai pukul 24.00 WIB.

Lighting Designer Musical Light, Felix Lincoln, mengatakan festival ini digelar agar masyarakat Medan tak perlu menikmati festival lampu yang menari di malam hari ke luar negeri.

“Ya karena di Kota Medan sudah ada Musical Light, maka tak perlu lagi masyarakat Sumatera Utara, terutama masyarakat Medan. Pertunjukan lampu yang saya desain tak kalah dengan festival lampu yang ada di dunia,” tuturnya.

Felix juga menjelaskan di festival lampu Musical Light, para pengunjung juga dapat melihat pertunjukan lampu yang menari mengikuti irama musik.

Selain itu, para pengujung juga dapat berswafoto di lampu-lampu yang didekorasi seperti bentuk kerucut, rumah-rumahan, love, dan terowongan yang ada lampu menarinya.

Tempat duduk para pengunjung untuk menyaksikan Wahana Musical Light atau Wahana Lampu Menari Pertama di Sumatera Utara,  lapangan pasar raya MNCC (samping masjid Nurul Hidayah), Kota Medan, Selasa (17/12/2019)
Tempat duduk para pengunjung untuk menyaksikan Wahana Musical Light atau Wahana Lampu Menari Pertama di Sumatera Utara, lapangan pasar raya MNCC (samping masjid Nurul Hidayah), Kota Medan, Selasa (17/12/2019) (Tribun-medan/ Aqmarul Akhyar)

“Ya pengunjung juga dapat, menikmati pertunjungan lampu menari. Kemudian mereka juga dapat berswafoto dengan lampu yang warna warni ini. Karena di sini saya juga banyak menciptakan spot-spot untuk berswafoto atau selfie, dan welfie,” ucapnya.

Lalu, Felix juga mengatakan bahwa ada tiga kali pertunjukan lampu menari di hari biasa.

Pertunjunkan pertama di pukul 20.00 WIB, kedua di pukul 21.00 WIB dan ketiga dipukul 22.00 WIB.

Untuk pertunjukan lampu menari biasanya menghabiskan waktu setiap kali pertunjukan selama 12 menit.

Berbagai Bentuk Lampu  di Wahana Musical Light ,  lapangan pasar raya MNCC (samping masjid Nurul Hidayah), Kota Medan, Selasa (17/12/2019)
Berbagai Bentuk Lampu di Wahana Musical Light , lapangan pasar raya MNCC (samping masjid Nurul Hidayah), Kota Medan, Selasa (17/12/2019) (Tribun-medan/ Aqmarul Akhyar)

“Satu kali pertunjukan lampu menari itu durasinya selama 12 menit, jadi selebihnya para pengunjung dapat berfoto-foto di daerah lampu yang berwarna dan sambil menari ini,” ujarnya.

Kemudian, Felix juga menjelaskan bahwa pertunjukan festival lampu ini diiringi suara musik barat, dan musik etnik.

Jadi, lampu-lampu yang sudah didesain menari dan mengikuti tempo dari musik yang diputar.

Untuk musik etnis atau daeahnya yang diputar merupakan lagu suku Batak dan lainnya.

Selanjutnya, Felix bertujuan membuat festival lampu menari atau disebut Musical Light, agar Indonesia khususnya anak Medan tidak ketinggalan dalam berkarya.

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
51 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved