Hotel Grand Inna Medan

Hotel Gran Inna Medan ini merupakan hotel yang pertama dan termegah di Kota Medan. Hotel ini pertama bernama Hotel Mijn de Boer.

Hotel Grand Inna Medan
Tribun-medan/ Aqmarul Akhyar
Hotel Grand Inna Medan yang merupakan bekas Hotel De Boer pada masa kolonial Belanda di Jalan Balai Kota, Medan Petisah, Medan, Senin (2/12/2019) 

Lalu pada 1930, Hotel De Boer kembali diperluas dengan menambahkan 120 kamar dan sebuah aula besar.

Barang Antik (Gelas Hotel Masa Kolonial) peninggallan De Boer di Hotel Grand Inna Medan, Jalan Balai Kota, Medan Petisah, Medan, Senin (2/12/2019)
Barang Antik (Gelas Hotel Masa Kolonial) peninggallan De Boer di Hotel Grand Inna Medan, Jalan Balai Kota, Medan Petisah, Medan, Senin (2/12/2019) (Tribun-medan/ Aqmarul Akhyar)

Pada 14 Desember 1957, dalam rangka nasionalisasi perusahaan-perusahaan milik Belanda, Hotel De Boer diambil alih pemerintah Indonesia.

Pada tahun 1965, di area Hotel De Boer didirikan Hotel Wisma Deli yang fungsinya semacam mes dengan restoran dan bar.

Tiga tahun kemudian, Wisma Deli diperluas dengan menambahkan tiga kamar sehingga total menjadi 15 kamar.

Kemudian pada tahun 1970, didirikan sebuah bangunan bertingkat empat dengan 24 kamar.

Atap dan Lampu Hotel Grand Inna Medan yang merupakan peninggalan kolonial Belanda di Jalan Balai Kota, Medan Petisah, Medan, Senin (2/12/2019)
Atap dan Lampu Hotel Grand Inna Medan yang merupakan peninggalan kolonial Belanda di Jalan Balai Kota, Medan Petisah, Medan, Senin (2/12/2019) (Tribun-medan/ Aqmarul Akhyar)

Selanjutnya, Lima tahun kemudian kembali dilakukan perluasan dengan pembangunan gedung bertingkat dua dengan jumlah kamar sebanyak 10 unit sehingga tersedia 49 kamar.

Saat ini, Hotel Grand Inna Medan memiliki 134 kamar hotel.

Loby Hotel Grand Inna Medan masih merupakan peninggalan kolonial Belanda di Jalan Balai Kota, Medan Petisah, Medan, Senin (2/12/2019)
Loby Hotel Grand Inna Medan masih merupakan peninggalan kolonial Belanda di Jalan Balai Kota, Medan Petisah, Medan, Senin (2/12/2019) (Tribun-medan/ Aqmarul Akhyar)

Ternyata, Hotel yang menyandang predikat hotel termegah pada masa Kolonial ini selalu didatangi tamu para tokoh-tokoh hebat dari luar negeri maupun dalam negeri.

Di antaranya Raja Leopold dari Belgia, Pangeran Schaumburg - Lippe merupakan keponakan dari Ratu Wilhelmina dari Belanda.

Selanjutnya pernah kedatangan tamu yaitu Matahari yang merupakan agen mata mata keturunan Indo Jawa yang tewas ditangan regu tembak tentara Prancis.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Aqmarul Akhyar
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
Sumber: Tribun Medan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved