Tribun Medan Wiki

Kampung Medan dan Tembakau Deli

Pada awalnya perkembangannya merupakan sebuah kampung kecil bernama "Medan Putri". Perkembangan Kampung "Medan Putri" tidak terlepas dari posisinya ya

Kampung Medan dan Tembakau Deli
Tribun-medan/ Aqmarul Akhyar
Gambar Ilustrasi Petani Tembakau Deli dengan Tembakau Deli di Museum Perkebunan Indonesia, Jalan Brigjend Katamso, Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara, Senin (2/12/2019) 

Laporan Reporter Tribun Medan/Aqmarul Akhyar

TRIBUNMEDANWIKI.com - Pada awalnya Kampung Medan dan Tembakau Deli merupakan sebuah kampung kecil bernama "Medan Putri".

Perkembangan Kampung "Medan Putri" tidak terlepas dari posisinya yang strategis karena terletak di pertemuan sungai Deli dan sungai Babura, tidak jauh dari jalan Putri Hijau sekarang,

Kedua sungai tersebut pada zaman dulu merupakan jalur lalu lintas perdagangan yang cukup ramai, sehingga Kampung "Medan Putri" yang merupakan cikal bakal Kota Medan, cepat berkembang menjadi pelabuhan transit yang sangat penting.

Semakin lama semakin banyak orang berdatangan ke kampung ini dan isteri Guru Patimpus yang mendirikan kampung Medan mengumpulkan perempuan pertama dan laki-laki dan dinamai si Kolok.

Mata pencarian orang di Kampung Medan yang mereka namai dengan si Sepuluh dua Kuta bertani menanam lada.

Tidak lama kemudian lahirlah anak kedua Guru Patimpus dan anak laki-laki ini dinamai si Kecik.

Pada zamannya Guru Patimpus merupakan tergolong orang yang berfikir maju.

Hal ini terbukti dengan menyuarakan berguru (menuntut ilmu) membaca Alqur'an untuk Datuk Kota Bangun dan kemudian memperdalam agama Islam ke Aceh.

Deskripsi yang menguatkan keberadaan Kampung Medan ini adalah keterangan H. Muhammad Said yang dikutip melalui buku Deli Dalam Woord dan Beeld yang ditulis oleh N.Ten Cate.

Tugu Guru Patimpus yang terletak di Jalan Kapten Maulana Lubis Kota Medan, Senin (2/12/2019)
Tugu Guru Patimpus yang terletak di Jalan Kapten Maulana Lubis Kota Medan, Senin (2/12/2019) (Tribun-medan/ Aqmarul Akhyar)

Deskripsi ini mengatakan bahwa Kampung Medan ini merupakan Benteng dan tempat tinggal yang ada terdiri dari dinding dua lapis yang terdiri dari bundaran yang ditemukan di antara dua sungai yaitu Sungai Deli dan sungai Babura. 

Rumah Administrasi terletak diseberang sungai dari kampung Medan.

Jika kita melihat letak dari Kampung Medan ini di Wisma Benteng sekarang dan rumah ini adalah kantor PTP IX Tembakau Deli yang sekarang ini.

Sekitar tahun 1612 setelah dasa warsa berdiri Kampung Medan, Sultan Iskandar Muda yang berkuasa di Aceh mengirim Panglimanya bernama Gocah Pahlawan yang bergelar Laksamana Kuda Bintan untuk menjadi pemimpin yang mewakili kerajaan Aceh di Tanah Deli.

Gocah Pahlawan Membuka negeri baru di Sungai Lalang, Percut.

Selaku Wali dan Wakil Sultan Aceh serta dengan memanfaatkan kebesaran imperium Aceh, Gocah Pahlawan berhasil melengkapi wilayah kekuasaannya, sehingga melengkapi Kecamatan Percut Sei Tuan dan Kecamatan Medan Deli sekarang.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Aqmarul Akhyar
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
Sumber: Tribun Medan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved