Tribun Medan Wiki

Jalan Semarang Menjadi Kawasan Kuliner Non-halal di Malam Hari

Kawasan Jalan Semarang Kota Medan menjadi kuliner non halal di malam hari. Hal itu memang cukup dikenal karena konon sudah mulai ada sejak tahun 1960

Jalan Semarang Menjadi Kawasan Kuliner Non-halal di Malam Hari
Tribun-medan/ Aqmarul Akhyar
Satu di antara pedagang yang menjual Aneka Makanan Non Halal, Seprti Sop Biawak, kodok goreng di Kawasan Jalan Semarang, Kota Medan, Kamis (28/11/20190 

Laporan Reporter Tribun Medan/Aqmarul Akhyar

TRIBUNMEDANWIKI.com - Kawasan Jalan Semarang Kota Medan menjadi kuliner non halal di malam hari.

Hal itu memang cukup dikenal karena konon sudah mulai ada sejak tahun 1960-an.

Toni satu di antara dari warga Medan kerap kali datang ke kawasan jalan tersebut.

Sebab, Ia menyukai sekali masakkan dari satu di antara stand yang berada di jalan tersebut.

"Kalau aku kemari kadang sama pacar dan keluarga ya, atau adik aku ya. Biasanya yang kami pesan itu bihun ikan, mi pangsit, di sini enak mi pangsitnya gak ada yang nandingi," ucapnya, Kamis, (28/11/2019).

Satu di antara pedagang yang menjual Aneka Makanan Non Halal, Seprti Sop Biawak, di Kawasan Jalan Semarang, Kota Medan, Kamis (28/11/2019)
Satu di antara pedagang yang menjual Aneka Makanan Non Halal, Seprti Sop Biawak, di Kawasan Jalan Semarang, Kota Medan, Kamis (28/11/2019) (Tribun-medan/ Aqmarul Akhyar)

Salah satu anggota dari pedagang kuliner kawasan Jalan semarang tersebut, Santi, menjelaskan bahwa sejumlah pedagang yang berjualan makanan disini merupakan generasi kedua.

Akan tetapi pedagang-pedagang tersebut masih tetap mempertahankan racikan bumbu yang sudah diciptakan orangtua mereka.

"Ya walaupun sudah memasuki generasi kedua di sini yang berjualan tetapi rasa dan khas itu tak beda. Kami masih menjaga rasa dan kwalitas untuk konsumen," katanya.

Satu Porsi Sop Biawak di Kawasan Jalan Semarang Pusat Kuliner Non Halal di Malam Hari, Kota Medan, Kamis (28/11/2019)
Satu Porsi Sop Biawak di Kawasan Jalan Semarang Pusat Kuliner Non Halal di Malam Hari, Kota Medan, Kamis (28/11/2019) (Tribun-medan/ Aqmarul Akhyar)

Dari pantauan Tribunmedanwiki.com stand-stand makanan yang berjejer di sepanjang jalan Semarang, umumnya didominasi menjual Chinese Food non halal.

Seperti menjual aneka mie, daging, sea food, makan yang paling diminati di antaranya bihun ikan, mie tiong sim, bak kut the, liong tahu, nasi hai nam, nasi tim khas Medan, nasi sayur, mi pangsit dan mie hokkian.

Tak itu saja, di stand-stand tersebut juga menyediakan menu ekstrim, seperti daging ular, biawak, labi-labi, kelelawar, kodok, dan hewan lainnya.

Satu Porsi Kodok Goreng di antara pedagang yang menjual Aneka Makanan Non Halal, Seprti Sop Biawak, di Kawasan Jalan Semarang, Kota Medan, Rabu (28/11/2019)
Satu Porsi Kodok Goreng di antara pedagang yang menjual Aneka Makanan Non Halal, Seprti Sop Biawak, di Kawasan Jalan Semarang, Kota Medan, Rabu (28/11/2019) (Tribun-medan/ Aqmarul Akhyar)

Kabarnya dari satu di antara pengunjung, Richard, mengatakan bahwa makan seperti daging ular, labi-labi atau menu ekstrim tersebut merupakan makanan yang memiliki khasiat tertentu bagi kesehatan.

"Ya kalau daging ular itu bagus untuk penyakit kulit, tetapi kalau labo labi setahu aku ya untuk obat sesak nafas. Jadi menu-menu makanan begitu bisa memiliki khasiat untuk kesehatan," pungkas Richard. (cr22/Tribun-medan.com)

Ikuti kami di
Penulis: Aqmarul Akhyar
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
Sumber: Tribun Medan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved