Sejarah Gedung Standard Chartered Bank, Bekas Gedung Gouverneurs huis te Medan di Sumatera Utara

Bangunan gedung Standard Chartered Bank, merupakan bekas gedung Gouverneurs huis te Medan. Gouverneurs huis te Medan dalam sebutan bahasa Belanda,

Tribun-medan/ Aqmarul Akhyar
Gedung Standard Chartered Bank merupakan bekas Gouverneurs huis te Medan dan bangunan peninggalan masa Hindia Belanda, di Jalan Imam Bonjol, No. 17 Hamdan Kec. Medan Maimun Kota Medan, Rabu (20/11/2019) 

Laporan Reporter Tribun Medan/Aqmarul Akhyar

TRIBUN-MEDAN-WIKI.com - Kota Medan banyak memiliki bangunan-bangunan gedung tinggi, yang merupakan bangunan peninggalan zaman Hindia Belanda.

Perkembangan dunia bisnis pada masa sebelum kemerdekaan di Medan, tak terlepas oleh Hindia Belanda, hari Rabu (20/11/2019).

Salah satunya bangunan peninggalan Hindia Belanda ialah Gedung Standard Chartered Bank.

Bangunan yang terletak di Jalan Imam Bonjol, No. 17 Hamdan Kec. Medan Maimun Kota Medan dan tepat di samping Hotel Danau Toba.

Bangunan gedung Standard Chartered Bank, merupakan bekas gedung Gouverneurs huis te Medan.

Batu Prasasti Gedung Standard Chartered Bank yang merupakan bekas bangunan Gouverneurs huis te Medan di Jalan Imam Bonjol, No. 17 Hamdan Kec. Medan Maimun Kota Medan, Rabu (20/11/2019)
Batu Prasasti Gedung Standard Chartered Bank yang merupakan bekas bangunan Gouverneurs huis te Medan di Jalan Imam Bonjol, No. 17 Hamdan Kec. Medan Maimun Kota Medan, Rabu (20/11/2019) (Tribun-medan/ Aqmarul Akhyar)

Gouverneurs huis te Medan dalam sebutan bahasa Belandanya yaitu Rumah Gubernur di Medan.

Bangunan ini di katakan bekas rumah dinas Gubernur Sumatera, karena setelah Medan ditetapkan sebagai Ibu kota Keresidenan Sumatra Timur.

Selain itu, gedung ini juga disebut sebagai bangunan Resident van Sumatera's atau Residentie van Sumatra Oostkust.

Dalam tulisan yang ada di batu prasasti, bangunan ini di bangun pada tahun 1888 di Kota Medan.

Konon kabarnya usianya lebih tua dari Istana Maimun, yang ada di Kota Medan.

Plakat Cagar Budaya sebagai tanda bahwa Gedung Standard Chartered Bank merupakan bekas Gouverneurs huis te Medan merupakan banguanan Cagar Cudaya,  di Jalan Imam Bonjol, No. 17 Hamdan Kec. Medan Maimun Kota Medan, Rabu 20/11/2019.
Plakat Cagar Budaya sebagai tanda bahwa Gedung Standard Chartered Bank merupakan bekas Gouverneurs huis te Medan merupakan banguanan Cagar Cudaya, di Jalan Imam Bonjol, No. 17 Hamdan Kec. Medan Maimun Kota Medan, Rabu 20/11/2019. (Tribun-medan/ Aqmarul Akhyar)

Selanjutnya, konsep bangunan Gouverneurs huis te Medan, dibangun dengan konsep arsitektur kerajaan gaya Eklektik.

Kemudian, menurut pengurus Badan Warisan Sumatera, Ibu Isnen, bahwa bangunan ini dibangun oleh F.M.E.L Kersten dan L.J.C van Es dari BOW, yang sekarang dianggap sebagai Dinas Pekerjaan Umum.

Untuk luas bangunan ini sekitar kurang lebih 750 m2, dengan tinggi 20m, dan panjang 30m serta lebar 25m.

Bahan bangunan terdriri berlantai tegel, dinding batu bata, dengan atap genteng. 

Hingga saat ini lantai teras keramiknya belum diubah. Begitu juga dengan tiang-tiang bangunan serta jendelannya.

Lalu, bangunan ini juga ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya Kota Medan.

Berdasarkan UU cagar budaya nomor 11 tahun 2010 dan peraturan daerah Kota Medan nomor 2 tahun 2012.

Kemudian, pada 25 April tahun 1991, bangunan ini diresmikan oleh Gubernur Sumatera Utara, Raja Inal Siregar, menjadi gedung Standard Chartered Bank.

Standard Chartered Bank Indonesia (yang selanjutnya disebut Bank) merupakan salah satu kantor cabang Standard Chartered Bank di wilayah Asia. Bank dimiliki sepenuhnya (100%) oleh Standard Chartered Holdings Limited, Inggris Raya.

Sumber: Tribun Medan
Tags
Kota Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
36 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved