Tribun Medan Wiki

Mengenal Lebih Dekat Sejarah Soponyono, Pedagang Mi Rebus Legendaris di Kota Tebing Tinggi

Tebingtinggi tak hanya memiliki kuliner khas legendaris seperti lemang dan roti kacang. Tebingtinggi pun memiliki Pedagang Mi Rebus yang legendaris

Tribun-medan/ Aqmarul Akhyar
Andika merupakan generasi keempat penerus usaha Mi Rebus Soponyono Legendaris, sedang membuat dua porsi Mi Rebus, di Kota Tebing Tinggi Jalan Let Jen Suprapto, seputaran Masjid Raya Tebing Tinggi, Sabtu (16/11/2019) 

Jatuhnya usaha pada generasi Ketiga semenjak tahun 1975, yang dilanjutkan oleh anaknya Saiman yaitu Poniran.

Karena Saiman pada saat itu jatuh sakit.

Pada masa itu harga Mi Rebus sekitar 25 Rupiah (perak) dan Sate Kacang dengan harga 50 Rupiah (perak).

Namun usaha yang dilanjutkan Poniran hanya bertahan sampai tahun 1980, karena pada masa itu Poniran diterima menjadi Pegawai Negeri Sipil.

Usaha Mi Rebus Soponyono pun dilanjutkan oleh adiknya Gianto Saiman, dari tahun 1980 sampai 1983.

Saat itu harga Mi Rebus Sudah menjadi 75 rupiah (perak) dan Sate Kacang menjadi Rp 100.

1983 udahan Mi Rebus dialihkan ke Abangnya Gianto Saiman yaitu Legimin. Gianto berhenti melanjutkan karena mendapatkan pekerjaan di satu di antara perusahaan swasta terbesar di Sumatera.

Legimin ternyata tak bertahan lama menjalankan usaha Mi Rebus Soponyono, hanya sampai pada tahun 1998.

Padahal, pada saat itu Mi Rebus sudah mencapai harganya Rp 750 dan Sate Kacang Rp 1000.

Legimen memilih berhenti karena ingin membuka usaha di Ibu Kota Indonesia yaitu Jakarta.

Selanjutnya, karena tidak adanya meneruskan maka Gianto mengambil sikap untuk meneruskannya kembali.

Walupun Ia berjualan sambil bekerja, syukurnya Istri dari Gianto merupakan juru masak. Kemudian, yang mengurus usaha tersebut Istrinya Gianto yaitu Wenti.

Ibu wenti pun berjualan Mi Rebus dengan memakai Nama Soponyono, serta dibantu oleh anak-anak dari Legimin.

Wenti berjuakan Mi Rebus Soponyono dari tahun 1998 sampai tahun 2011.

Pada era tahun 2000-an Mi Rebus dan Sate Kacang dijual dengan harga Rp 10 ribuan.

Menimbang usia dan melihat kembalikan yang merupakan anak dari Legimin sudah bisa berjualan.

Maka usaha tersebut dilanjukan oleh generasi keempat yaitu Andika.

Lapak jualanya pun tetap sama, di Jalan Let Jen Suprapto Tebing Tinggi.

Dengan ciri khas masih seperti dahulu, memakai gerobak sorong.

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
30 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved